Breaking News:

Gempa Bumi

Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Anak Krakatau 2018, Sebut Soal Tsunami Senyap

Hasil survei lautan pertama dari longsor 22 Desember 2018 di Anak Krakatau di Indonesia yang menciptakan  tsunami senyap mematikan

Editor: Siti Fatimah
youtube@ Indonesia Nature Film Society
ilustrasi -Gunung Anak Krakatau setelah letusan dahsyat Desember 2018 sampai Januari 2019 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peneliti dan Volkanolog ITB Dr. Mirzam Abdurrachman berkolaborasi dengan tim peneiliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta tim Inggris dan Amerika meneliti endapan bencana longsor-tsunami pulau Anak Karakatau.

Dikutip dari laman resmi ITB, disebutkan kolaborasi para ilmuwan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari endapan bencana longsor-tsunami pulau vulkanik Anak Krakatau segera setelah kejadian dengan menggunakan peralatan akustik modern.

Tim yang diketuai oleh Dr. James Hunt dari National Oceanography Center (NOC) itu telah menghasilkan hasil survei lautan pertama dari longsor 22 Desember 2018 di Anak Krakatau, di Indonesia, yang menciptakan  tsunami senyap mematikan yang melanda pesisir selatan Sumatera dan Barat Jawa.

Baca juga: Kisah Warga Alami Bencana Letusan Gunung Krakatau 137 Tahun Lalu, Dentuman Kuat & Hal Ganjil Lainnya

"Pada Agustus 2019, tim multinasional lintas disiplin ini memetakan dasar laut di kaldera Krakatau. Survei menggunakan sonar untuk memetakan permukaan dasar laut, sedangkan metode refleksi seismik digunakan untuk melihat ke bawah dasar laut," ujar Dr. Mirzam Abdurrachman kepada Humas ITB, Selasa (18/5/2021).

Dia menjelaskan, penelitian ini menunjukkan deposit bawah laut yang besar dari longsor Anak Krakatau 2018 dan struktur internalnya, serta menunjukkan ukuran utuh dan cara bagaimana deposit tersebut diendapkan di dasar laut.

Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal prestisius Nature Communications  dalam sebuah paper berjudul: “Megablocks on the seafloor reveal that half of Anak Krakatau island collapsed into the sea to cause the 2018 Sunda Strait tsunami, Indonesia”.

Tim juga terlibat dalam menganalisis citra dan foto satelit untuk mempelajari peristiwa longsor di atas permukaan laut.

Dengan menganalisis citra satelit (terutama dari COSMO-SkyMed) dan foto, para ilmuwan dapat menjelaskan tingkat keruntuhan subaerial secara menyeluruh.

Baca juga: Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau, Dasar Laut sampai Tersingkap, Pulau Lenyap

Dr. Mirzam melanjutkan, tim menghitung bahwa separuh pulau runtuh, menunjukkan runtuhan yang jauh lebih luas atau besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Citra satelit juga menunjukkan pembebanan sisi barat daya Anak Krakatau dengan lava dan ejecta pada bulan-bulan sebelum longsor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved