Breaking News:

Di Sidang Pembelaan, Habib Bahar Siap Dibunuh dan Diracun Demi Perangi Kemungkaran

Habib Bahar bin Smith mengaku penganiayaan yang dilakukannya pada Ardiansyah, sopir taksi online merupakan sikap tegas demi menjaga marwah istri.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Habib Bahar bin Smith mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Habib Bahar bin Smith mengaku penganiayaan yang dilakukannya pada Ardiansyah, sopir taksi online merupakan sikap tegas demi menjaga marwah istri.

Penyataan itu disampaikan Habib Bahar bin Smith secara virtual dari Lapas Gunung Sindur, dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung Jalan LLRE Martadinata, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Habib Bahar Sebut Kasusnya Ditunggangi Oknum, Kuasa Hukum Minta Bahar Dibebaskan

Sidang mengagendakan pembacaan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan lima bulan penjara. Ia sadar jika yang dilakukannya salah meski bermaksud menjaga marwah istrinya yang digoda sopir taksi online.

"Tahbid atau merayu atau menggoda istri orang itu merupakan perbuatan dosa sangat besar. Sesungguhnya Rasulullah melaknat orang yang merayu istri orang, menggoda istri orang dan Rasulullah berlepas diri dari orang tersebut dan merupakan kejahatan dan dosa yang sangat besar," ujar Habib Bahar bin Smith dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung , Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Terdampak Pandemi, Pasien Mak Erot di Sukabumi Menurun 50 Persen

Dalam Islam, kata dia, orang yang kuat imannya bakal mencegah perbuatan tahbid dengan tangannya.

"Apabila tidak bisa mencegahnya maka saya termasuk dalam dayus atau seorang suami yang tidak memiliki perasaan hati cemburu apabila istrinya digoda, maka saya termasuk yang tidak akan mencium bau surga dan dimasukkan ke dalam neraka Allah SWT," Habib Bahar.

Dalam beberapa kali kesempatan persidangan, Habib Bahar memang kerap menyebut apa yang dilakukannya untuk menjaga marwah istrinya. Sebab, istrinya digoda oleh Andriansyah, sopir taksi online.

Baca juga: Proses Pencarian Satu Nelayan yang Tenggelam Pangandaran Terkendala Kondisi di Sekitar TKP

"Maka, yang saya lakukan sekali lagi benar dalam agama dan saya mengakui salah dalam pidana," ucapnya.

Diakhir pembelaannya, Bahar kemudian menyatakan siap untuk melawan segala kezaliman. Bahkan, dia siap dipenjara hingga diracun demi melawan kezaliman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved