Breaking News:

Habib Bahar Sebut Kasusnya Ditunggangi Oknum, Kuasa Hukum Minta Bahar Dibebaskan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Habib Bahar Bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan sopir taksi online m

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Persidangan secara daring kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadiana, Selasa (18/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Habib Bahar Bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan sopir taksi online menduga jika kasusnya ditunggangi oknum tertentu yang tidak suka dengan dia.

Penyataan itu disampaikan Habib Bahar bin Smith secara virtual dari Lapas Gunung Sindur, dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung Jalan LLRE Martadinata, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi.

Dalam nota pembelaan yang disampaikan kepada majelis hakim, Habib Bahar tidak menyebutkan secara rinci, siapa oknum yang menunggangi kasusnya seperti yang dimaksud Bahar.

Baca juga: Kabar Terbaru Kasus Habib Bahar bin Smith, Kuasa Hukum Minta Bebas, Kasus Aniaya Sopir Taksi Online

Menurut Habib Bahar, kasus yang menimpanya harusnya sudah selesai karena Ia sudah sepakat berdamai dengan korban. Perdamaian itu tertera dalam tiga lembar surat yang ditandatangani langsung oleh dua belah pihak di atas sebuah materai.

"Dan yang mulia, kasus saya adalah kasus yang telah jelas-jelas ditunggangi oleh oknum tertentu, oleh karena itu saya berharap keadilan," ujar Bahar secara virtual dari Lapas Gunung Sindur, Kamis (3/6/2021).

Saat ini, Habib Bahar menjalani pidana di Lapas Gunung Sindur atas penganiayaan anak di bawah umur.

Ia berharap mendapat keadilan dari majelis hakim atas kasus yang menjeratnya. Sebab, jika hakim tidak berlaku adil saat di dunia, kata dia, bakal mendapat balasan ketika di akhirat.

Baca juga: Habib Bahar Hanya Dituntut Lima Bulan Penjara Atas Kasus Penganiayaan, Ini Poin yang Meringankan

"Apabila yang mulia tidak memberikan keadilan maka yang mulia bukan berurusan dengan saya atau penasihat hukum, atau penuntut umum tapi yang mulia berurusan dengan Yang Maha Adil yaitu Allah. Tapi saya yakin yang mulia bisa memberikan hukuman dengan seadil-adilnya," katanya.

Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuan Kotta mengatakan bahwa di fakta persidangan, termasuk keterangan saksi, terbukti sudah ada perdamaian di antara korban dan Bahar yang dituangkan dalam tiga lembar kertas dan ditandatangani langsung oleh dua belah pihak di atas materai.

Baca juga: Istri Habib Bahar Curhat ke Fadli Zon, Tak Diizinkan Ketemu Suami, Kini Dijauhkan ke Nusakambangan

"Dalam keterangan, saksi korban tidak mau memperpanjang masalah karena sudah berdamai ada surat perjanjian diperkuat oleh keluarga korban yang menyaksikan perdamaian," kata kuasa hukum di Pengadilan Negeri Bandung.

Ichwan Tuan Kotta meminta kepada majelis hakim membebaskan Bahar.

"Untuk membebaskan terdakwa Habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan dan penuntut umum atau kalau berpendapat kain majelis hakim mohon yang seadil-adilnya," kata Ichwan di akhir pembacaan pledoi.

Bahar dituntut pidana kurungan selama lima bulan atas perbuatannya. Bahar dikenakan Pasal 351 KUHP ayat 1 juncto Pasal 55. Sementara, dakwaan primer yakni Pasal 170 dinilai tak terbukti.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved