Longsor di KBB

Longsor Tebing di Sarimukti KBB, 5 Rumah Terancam, 17 Warga Mengungsi

lima rumah milik warga di Kampung Cipicung, RT 02/15, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terancam tergerus longsor tebing.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Personel BPBD dan warga bekerja bakti untuk menahan longsoran di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sedikitnya lima rumah milik warga di Kampung Cipicung, RT 02/15, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terancam tergerus longsor tebing setinggi lima meter dan lebar 15 meter.

Pasalnya, sebagian tebing tersebut mengalami longsor pada Selasa (1/6/2021) malam, setelah turun hujan deras selama lima jam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, mengatakan, selain hujan dengan intensitas tinggi, longsor itu terjadi karena kemiringan tanahnya sekitar 80 derajat.

Baca juga: Usai Hujan Deras, Sarimukti KBB Diterjang Longsor, Jalan Sempat Lumpuh dan 6 Rumah Tertimbun

"Kemudian kondisi tanah labil dan tidak adanya saluran air drainase," ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (2/6/2021) malam.

Akibat longsor tersebut sebanyak lima rumah yang dihuni 17 jiwa terancam tergerus longsor dan untuk sementara ini sebagian penghuni rumah harus diungsikan ke rumah kerabatnya.

Ia mengatakan, lima rumah yang terdampak longsor tersebut milik Abun (50) yang dihuni 2 jiwa, Mamat (60) 7 jiwa, Eman (40) 2 jiwa, Acah (70) 1 jiwa, dan Nuraeni (45) 5 jiwa.

"Tidak ada korban jiwa. Kami sudah mendatangi TKP, koordinasi dengan aparat kewilayahan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan RT/RW setempat," kata Duddy.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta keterangan saksi untuk memastikan penyebab longsor tersebut dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terjadi longsor susulan.

"Kami juga telah melaksanakan kerja bakti bersama warga untuk menahan sementara longsoran dengan menggunakan karung dan merucuk dengan bambu," ucapnya.

Duddy mengatakan, untuk menahan longsoran itu, pihaknya membutuhkan 300 karung plastik agar tebing itu tidak kembali longsor saat turun hujan deras. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved