Breaking News:

DPRD Jabar: Perusahaan Produsen Susu di Bandung Jangan Sampai Kotori Lingkungan

DPRD Jabar meminta perusahaan produsen susu di Bandung jangan sampai mengotori lingkungan.

Istimewa
Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat saat meninjau PT Ultra Peternakan Sapi di Pangalengan Kabupaten Bandung untuk meninjau pengolahan limbah ternak yang ramah lingkungan. Senin, (31/05/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menanggapi aduan masyarakat mengenai pencemaran lingkungan di Situ Cileunca, Kabupaten Bandung, Komisi II DPRD Jawa Barat Langsung turun ke lapangan untuk menanggulangi hal tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya ingin mencari tahu mengenai Amdal pengelolaan limbah dan peternakan PT Ultra Peternakan Bandung Selatan.

“Ketika kita ingin meningkatkan produksi susu di Jawa Barat, ada masalah lain, yaitu amdal tentang kotoran hewan. Maka fokus kami ke sini ingin tahu proses pengelolahan amdal dari peternakan susu ini bagaimana,” kata Ahmad Hidayat seusai mengevalusi PT Ultra Peternakan Bandung Selatan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin, (31/5/2021).

Ia juga sempat mendengar aduan masyarakat mengenai pencemaran lingkungan di wilayah Situ Cileunca akibat limbah kotoran dari peternakan sapi dan pihaknya pun ingin mengonfirmasi hal tersebut dan kini telah terselaikan.

“Saya sempat mendapat aduan bahwa limbah dari kotoran sapi efek dari peternakan sapi di Ultra Jaya ini mencemari Situ Cileunca. Ternyata ketika kami coba klarifikasi memang itu pernah terjadi di 2017. Sekarang masalah itu sudah terselesaikan," katanya.

Ahmad mengapresiasi PT Ultra Bandung Selatan karena saat ini pengolahan limbahnya sudah cukup baik dan itu harus diadopsi oleh perusahaan pengolah susu yang melibatkan peternakan lainnya.

“Tadi kita keliling melihat proses pengolahan limbah. Saya kira sudah cukup baik. Ya memang tinggal kita tularkan ke industri susu yang lain, terutama industri susu yang melibatkan peternak-peternak rakyat,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad berharap ke depannya ada kerja sama antara sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sehingga kebijakan disatu bidang ke bidang lainya terintergerasi dan menyelesaikan masalah bersama.

“Jadi singkatnya kami membayangkan ketika di satu sisi di sektor pertanian ini ada kekurangan pupuk, nah kekurangan pupuknya ini bisa disuplai Dari sektor peternakan. Perternakan ini ada amdal yang bisa diolah menjadi pupuk, pupuknya dipakai sektor pertanian. Di satu sisi sektor peternakan ada kekurangan hijauan, pakan jagung dan sebagainya, ini bisa diselesaikan dari sektor perkebunan," tutur Ahmad.

Untuk diketahui, Provinsi Jawa Barat masih tertinggal dalam hasil produksi susu sapi oleh Jawa Timur yang dapat menghasilkan hingga 1.000 ton susu per tahun, sedangkan Jawa Barat hanya 450 ton susu setiap tahunnya.

Baca juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Jabar Antisipasi Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved