Breaking News:

DPRD Jabar Minta Pemprov Jabar Antisipasi Potensi Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan peningkatan kasus Covid-19 biasanya berpotensi terjadi seusai masa liburan panjang

Tribun Jabar/ M Syarif Abdussalam
Diskusi Bersama Wakil Rakyat Jabar, di Kantor DPRD Jabar di Kota Bandung, Jumat (21/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus Covid-19 setelah libur Idulfitri 1442 Hijriah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, mengatakan selama ini peningkatan kasus Covid-19 biasanya berpotensi terjadi setelah masa libur panjang. Contohnya, sempat terjadi pada masa libur Agustus dan libur akhir tahun 2020.

"Berdasarkan laporan pada rapim penanganan Covid-19 lalu, ada kenaikan kasus di lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Di Jabar, masih ada 29 ribu kasus aktif, minggu lalu menurun, kita lihat minggu ini seperti apa," kata Ineu dalam kegiatan  Diskusi Bersama Wakil Rakyat Jabar, di Kantor DPRD Jabar di Kota Bandung, Jumat (21/5/2021).

Ineu mencontohkan Kota Bandung sempat mengalami penurunan kasus Covid-19 selama Ramadan lalu. Bahkan penambahan hanya di bawah 40 kasus baru per hari. Namun beberapa hari lalu, meningkat sekitar 100 kasus per hari.

"Apakah stabil atau ada peningkatan pascamasa mudik, ini harus antisipasi. Kalau berdasarkan laporan kebijakan, banyak rumah sakit memiliki angka keterisian yang rendah sekarang. Padahal kita ingat dulu sempat mau mencari ruangan kosong untuk perawatan Covid-19 itu sulit," katanya.

Ineu mengatakan kosongnya rumah sakit ini menandakan masyarakat sudah banyak belajar dan memiliki banyak pengetahuan mengenai penanganan Covid-19.

Kini, katanya, masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19, tidak selalu dirawat langsung di rumah sakit, melainkan menjalani isolasi mandiri lebih dulu.

"Saat saya kena Covid-19, susah sekali mendapat ruangan perawatan, padahal saya tidak minta yang VIP, yang kelas III pun tidak apa-apa. Sekarang banyak yang sudah memiliki pengetahuan, kalau dinyatakan positif, bisa isolasi mandiri dengan berolah raga, makan vitamin, berjemur, dan makanan bergizi. Kalau ada keluhan, baru dirawat di pusat isolasi atau rumah sakit," katanya.

Ineu mengatakan selama dua pekan setelan Lebaran, anggota DPRD Jabar melalui Komisi IV akan terus melakukan kunjungan ke lapangan terkait pengetatan perjalanan setelah masa peniadaan mudik Lebaran 2021.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved