Rabu, 15 April 2026

Tidak Ada Aksi Mogok Produksi Tahu dan Tempe di Ciamis, Ini Solusi yang Ditawarkan

Para penggemar tahu dan tempe di Ciamis tak perlu bingung karena tak ada di pasaran lagi.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Tribun Jabar/Andri M Dani
Penjual tahu dan tempe di Pasar Manis Ciamis tetap berjualan seperti biasa di tengah mahalnya harga kedelai, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Para penggemar tahu dan tempe di Ciamis tak perlu bingung karena tak ada di pasaran lagi.

Sebab, penjual tahu dan tempe di Pasar Manis Ciamis, tetap berjualan pada Jumat (28/5/2021).

Tidak ada aksi mogok sebagai buntut mahalnya harga kedelai yang merupakan bahan baku.

Para perajin tahu dan tempe di sentra produksi tahu dan tempe di Ciamis seperti di Cisadap maupun Sindangrasa tetap produksi.

“Tetap produksi, tidak ada yang mogok. Dapur harus tetap ngebul meski sekarang harga kacang kedelai naiknya luar biasa,” kata Wahyu kepada Tribun, Jumat (28/5/2021).

Wahyu yang akrab disapa Bele ini merupakan perajin tahu di Dusun Selaawi, Desa Cisadap, Ciamis, yang juga pedagang tahu di lorong Blok A Pasar Manis Ciamis.

“Di Ciamis tidak ada yang mogok, tetap produksi, tetap jualan. Di Blok A ini saja lebih 10 orang penjualan tahu tempe, semuanya tetap jualan,” katanya.

Menurut Bele, setiap hari ia membutuhkan kacang kedelai 60 kilogram. Dia memperoleh dari bandar lokal.

Bulan Januari 2021, katanya, harga kacang kedelai masih Rp 8.000 per kilogram. Harga itu kemudian berangsur-angsur naik.

Baca juga: Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu di Sumedang Sepakat Naikkan Harga Jual ke Konsumen di Pasar

“Bulan puasa sudah naik jadi Rp 10.200 per kilogram. Setelah Lebaran naik lagi jadi Rp 11 ribu per kilogram. Sampai hari ini masih Rp 11 ribu per kilogram, belum ada tanda-tanda mau turun. Stok kedelai tidak langka, tetapi harganya saja yang naik,” jelas Bele.

Kenaikan harga kacang kedelai tersebut, menurutnya benar-benar menjadi pukulan berat bagi perajin tahu dan tempe di Desa Cisadap.

“Sekarang banyak nomboknya. Jumlah pembeli juga makin menurun. Padahal harga tetap sama. Setiap hari tahunya yang habis sampai 70 persen,” ucapnya.

Ukuran diperkecil

Menyikapi kenaikan harga kacang kedelai yang terjadi saat ini, menurut Bele, ia tidak memilih mogok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved