Breaking News:

Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu di Sumedang Sepakat Naikkan Harga Jual ke Konsumen di Pasar

Sejumlah pengrajin tahu di Kabupaten Sumedang resmi menaikan harga tahu menyusul terjadinya kenaikan harga kacang kedelai

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pekerja Pabrik Tahu Sari Asih saat menggoreng tahu untuk konsumen di pasar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah pengrajin tahu di Kabupaten Sumedang resmi menaikan harga tahu menyusul terjadinya kenaikan harga kacang kedelai agar usaha mereka bisa tetap bertahan.

Untuk saat ini harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku tahu sudah menyentuh harga Rp 11.500 per kilogram, padahal sejak beberapa bulan yang lalu, harga kedelai tersebut rata-rata hanya Rp 7 ribu per kilogram.

Pemilik Pabrik Tahu Sari Asih asal Kecamatan Pamulihan, Deni Mulyawan (45), mengatakan, pihaknya bersama para pengrajin tahu di wilayah Kecamatan Pamulihan dan Kecamatan Tanjungsari sudah sepakat menaikan harga setelah harga kedelai naik.

"Kita sudah sepakat menaikan harga jual menjadi Rp 38 ribu per papan, asalnya Rp 34 ribu per papan," ujarnya saat ditemui di Pabrik Tahu Sari Asih miliknya, Jumat (28/5/2021).

Kenaikan harga tersebut, kata dia, sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu, namun dengan dinaikan harga tersebut permintaan konsumen di pasar mengalami penurunan karena harga jualnya dinilai terlalu tinggi.

"Jadi, saat harga dinaikan itu misalnya, konsumen yang asal beli Rp 10 ribu, sekarang jadi hanya beli Rp 5 ribu," kata Deni yang juga sebagai Pengurus Paguyuban Perajin Tahu Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Pamulihan ini.

Kendati demikian, kata dia, menaikan harga tahu ini merupakan salah satu solusi agar para pengrajin tahu ini bisa tetap bertahan sebelum harga kacang kedelai kembali normal seperti biasanya.

Baca juga: Jamin Stok dan Harga Kedelai, Ridwan Kamil koordinasi dengan Bulog dan Kementerian

Karyawan Tahu Sari Eco di daerah Kecamatan Tanjungsari, Somantri (53), memastikan, bahwa tempat bekerjanya itu juga turut menaikan harga tahu menjadi Rp 38 ribu per papan.

"Harga dinaikan baru sekarang, asalnya Rp 30 ribu, terus Rp 34 ribu, dan sekarang Rp 38 ribu setelah harga kedelai naik lagi," katanya.

Dia juga mengakui, bahwa menaikan harga tahu ini, berdampak terhadap permintaan konsumen yang mengalami penurunan hingga 50 persen, tetapi hal ini harus dilakukan agar usahanya bisa tetap bertahan.

"Tapi kalaupun harga dinaikan, kalau konsumen tetap ada. Namun, permintaan mengalami penurunan," ucap Somantri.

Atas hal tersebut, kedua pengrajin tahu ini berharap harga kacang kedelai bisa kembali normal supaya harga tahu pun bisa normal kembali, sehingga konsumen di pasar tidak turut terdampak dengan adanya kenaikan harga kedelai ini.

Baca juga: Harga Kedelai Naik Hingga Pengusaha Tahu Ingin Mogok Produksi, Begini Kata Kadispangtan Purwakarta

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved