VIDEO-Jajaran Polres Ciamis Gelar Pra Larangan Mudik di Pertigaan Pancimas Kalipucang, Pangandaran

Dua hari menjelang larangan mudik, jajaran Polres Ciamis menggelar penyekatan Pra larangan Mudik di pertigaan Pancimas Kalipucang, Kabupaten Pang

Penulis: Padna | Editor: Teguh Kurnia

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Dua hari menjelang ilarangan mudik, jajaran Polres Ciamis menggelar penyekatan Pra larangan Mudik di pertigaan Pancimas Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (2/5/2021).

Pertigaan Pancimas ini merupakan, jalur utama perbatasan antara Pangandaran, Jawa Barat dan Cilacap, Jawa tengah.

Tampak dalam penyekatan Pra larangan Mudik tersebut melibatkan jajaran Polsek dan tim kesehatan Covid-19 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Selain pengecekan identitas diri beserta kendaraannya, ratusan warga yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan melintasi Pancimas Kalipucang tersebut diberhentikan petugas untuk selanjutnya menjalani Test Rapid Antigen oleh tim kesehatan Covid-19.

Hasil test tersebut, jika hasilnya negatif maka akan diberikan surat bebas Covid-19. Namun jika hasilnya positif, akan ditindaklanjuti oleh tim Satgas Covid-19 setempat.

Kasat lantas polres Ciamis, AKP Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan pra larangan Mudik.

Dimana, mulai tanggal 2 Mei hingga tanggal 5 Mei 2021 ini ada masa Penyekatan untuk larangan mudik. Sebelum dilakukan tanggal 6 Mei 2021 yang berlaku bagi seluruh masyarakat. 

"Disini kita melakukan random sampling untuk Test Rapid Antigen. khususnya untuk masyarakat yang berada disekitaran perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa barat," ujar Wibowo saat ditemui beberapa wartawan disela-sela pra larangan Mudik dilakukan, Senin (3/5/2021).

Menurut Wibowo, persyaratan untuk pemudik yang berlaku saat larangan mudik dimulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 yang pertama adalah identitas diri.

Identitas diri dilengkapi surat tugas dari instansi terkait dan di cap basah oleh pimpinannya. Ditambah juga, surat keterangan bebas dari Covid-19.

Selanjutnya untuk ibu hamil, harus didampingi oleh 2 orang, yaitu satu orang pendamping dan satu orang lagi supir.

Kemudian dalam keadaan emergency, ada keterangan dari kepala desa serta satu orang pendamping untuk pelaksanaan kegiatan mudik.

Untuk membedakan pemudik dan yang berwisata, pihaknya masih mentolelir kendaraan berplat Z khususnya untuk wilayah Priangan timur.

"Nah sementara, nanti kita diprioritaskan pemeriksaan diluar plat Z. Sehingga nanti, para petugas dimudahkan untuk meminimalisir ataupun memilih antara pemudik maupun wisata lokal."

"Yang nantinya, pada saat pelaksanaan tidak ada lagi petugas yang bingung untuk melaksanakan Penyekatan maupun memutarbalikan pada saat diberlakukan larangan mudik," kata Wibowo. (*)

Penulis: Padna
Video Editor: Edwin Tk

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved