Breaking News:

Taiwan Ingin Bagikan Pengalaman Sukses Kendalikan Covid-19, Pernah Perangi SARS pada 2003

Taiwan ingin membagikan pengalaman mengendalikan Covid-19 dan tidak ditinggalkan dalam perang melawan pandemi yang dilancarkan WHO.

Taipei Economic and Trade Office Surabaya
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-chung menawarkan bantuan Taiwan dalam perang global melawan pandemi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID - Hingga akhir Maret 2021, pandemi Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 126 juta kasus yang dikonfirmasi dan 2,7 juta kematian di seluruh dunia, yang berdampak besar pada kesehatan global, ekonomi dan masyarakat.

Karena letak geografisnya yang berdekatan dengan China, Taiwan pernah diprediksi akan menjadi salah satu negara yang terdampak wabah paling parah.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chen Shih-chung, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (30/4/2021), Taiwan sudah punya pengalaman memerangi SARS pada 2003.

Karena itu, kata Chen Shih-chung, Taiwan tidak mengabaikan peringatan dan informasi yang diterimanya.

Kata Chen Shih-chung, melalui informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebaran dan tingkat keparahan wabah yang muncul telah melampaui pemahaman masyarakat dunia.

Sejak 31 Desember 2019 berbagai informasi telah dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat pengawasan dan sejak kasus pertama terkonfirmasi terjadi pada 21 Januari 2020, langkah-langkah pelancaran kesehatan masyarakat terus dilakukan.

Pada 22 April 2021, Taiwan hanya memiliki 1.086 kasus yang dikonfirmasi (termasuk 11 kematian), dan telah mencatat rekor tidak ada penularan lokal selama 253 hari berturut-turut dari April hingga Desember 2020.

Taiwan telah membentuk jaringan pencegahan dan pengobatan penyakit menular nasional sejak SARS, dan menetapkan lebih dari 100 rumah sakit yang memiliki fasilitas isolasi di seluruh negeri untuk dimasukkan dalam jaringan ini.

"Fakta telah membuktikan bahwa mekanisme ini membantu melindungi sistem medis dan pekerja medis dari beban yang berlebih, memungkinkan sebagian besar layanan medis non-COVID-19 beroperasi secara normal selama pandemi COVID-19 tanpa gangguan," kata Chen Shih-chung.

Sejauh ini, hanya dua cluster COVID-19 yang terkait dengan rumah sakit di Taiwan, dan keduanya telah dikendalikan secara efektif. Sebanyak 11 kasus telah dikonfirmasi dan tidak ada petugas medis yang meninggal.

Halaman
12
Penulis: Adi Sasono
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved