Breaking News:

Mudik Dilarang, Abon Sapi Khas Ciamis Laris Manis Hingga Lebaran, Permintaan Naik 2 Kali Lipat

Peningkatan permintaan abon sapi khas Ciamis sudah mulai sejak awal masuk bulan Ramadan ini. Pesangan meningkat tajam setelah ada kabar larangan mudik

Tribun Jabar/Andri M Dani
Novi Mustika Dewi, pengusaha abon sapi khas Rajawali Rancapetir Ciamis, Jumat (30/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS– Larangan mudik pada lebaran tahun ini ternyata mendatangkan berkah tersendiri bagi pengusaha abon sapi khas Ciamis.

Seperti yang dirasakan produsen abon sapi “Rajawali” dari sentra produksi abon di Rancapetir Ciamis.

“Sekarang ada peningkatan permintaan yang cukup signifikan, sampai dua kali lipat,” ujar Novi Mustika Dewi, pengusaha abon sapi khas Rajawali Rancapetir Ciamis kepada Tribun Jabar, Jumat (30/4/2021).

Peningkatan permintaan abon sapi khas Ciamis, menurut Novi, sudah mulai sejak awal masuk bulan Ramadan ini. Pesangan meningkat tajam sejak seminggu lalu setelah adanya kabar larangan mudik.

Permintaan meningkat terutama melalui pesanan online untuk stok bulan puasa dan Lebaran.

Sebelum bulan puasa, ucap Novi, secara normal hanya membutuhkan 80 kg daging sapi untuk 4 hari produksi abon dan dendeng sapi.

Baca juga: Harga Daging Sapi Terus Bergerak Naik, Pengusaha Abon Sapi Khas Ciamis Kebingungan

Guna menjaga kualitas abon dan dendeng sapi dengan cita rasa bumbu warisan Hj Iloh  (almh), Novi membeli daging sapi kualitas khusus dalam kondisi segar dari Pasar Cikuburuk Tasikmalaya.

“Sekarang butuh 100 kg daging sapi untuk 2 hari produksi. Produksi hari ini langsung ludes terpesan, yang telat pesan sampai rela antre giliran produksi besok harinya. Sekarang tidak bisa nyetok, tidak ada sisa produksi. Tiap hari kejar tayang,” katanya.

Para pelanggan yang memesan abon dan dendeng sapi khas Rajawali tersebut terutama dari Jabodetabek, tetapi juga dari luar P Jawa, bahkan dari luar negeri, seperti Belanda.

Pembeli ada yang datang langsung ke outlet abon Rajawali di jalan raya Ciamis-Banjar Km 3 di  ruko Green Garden Bojongsari, atau langsung ke rumah produksi di Jl Rancapetir Ciamis.

“Kebanyakan pesan secara online atau belanja tanpa ongkir di Shoope maupun Tokopedia,” ujar Novi, generasi ketiga pengelola usaha produksi abon dan dendeng sapi khas Rajawali warisan almarhumah Hj Iloh tersebut.

Meski terjadi peningkatan permintaan sampai dua kali lipat pada bulan puasa menjelang Lebaran dengan larangan mudik sekarang ini, menurut Novi, harga abon dan dendeng sapi khas Rajawali masih stabil, tidak ada kenaikan.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved