Rabu, 22 April 2026

Keracunan MBG di Ciamis

Bupati Ciamis Prihatin Kasus Keracunan Menu MBG Sudah Terjadi Dua Kali, Tegaskan soal Ini

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian keracunan yang diduga akibat menu makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Giri
Tribun Priangan/Ai Sani Nuraini
KORBAN KERACUNAN - Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menjenguk korban keracunan MBG yang dirawat di Puskesmas Kawali. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian keracunan yang diduga akibat menu makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kasus keracunan makanan di sekolah sudah dua kali terjadi dalam sepekan. 

“Sangat prihatin ya, ini di Ciamis sudah dua kali. Tiga hari lalu di SMPN 4 Pamarican, sekarang di Kawali," ucap Herdiat, Sabtu (4/10/2025).

Bupati juga menyoroti kelalaian dalam pengelolaan dapur penyedia MBG yang dianggap ceroboh dan kurang memperhatikan aspek higienitas. 

“Informasi dari anak-anak, makanan yang diberikan tidak seperti biasa. Ada bubur kacang yang berbau dan berlendir. Saya sudah menerima laporan, dapur SPPG di Kawali ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucap dia.

Herdiat meminta agar semua pengelola dapur MBG di Ciamis dan daerah lain meningkatkan standar kebersihan.

Baca juga: Lagi-lagi MBG! 10 Siswa SD di Kawali Ciamis Dilarikan ke Puskesmas, Dinkes Amankan Sampel Makanan

 “Ini program pemerintah pusat, program Presiden, jadi harus ditangani serius. Jangan sampai hanya mengejar keuntungan sementara kesehatan anak-anak diabaikan,” ucapnya.

Sebagian korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Kawali sebagian sudah diperkenankan pulang.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan terus memantau kondisi korban sekaligus mengevaluasi dapur penyedia MBG.

Hingga Jumat (3/10/2025) pukul 19.00 WIB, jumlah korban tercatat mencapai 21 orang yang mendapat penanganan di Puskesmas Kawali.

Baca juga: Curhatan Murid SD Korban Keracunan MBG di Ciamis: Pudingnya Bau, Kacang Ijonya Aneh

Kepala Puskesmas Kawali, Aang Kurniawan, menyebutkan pada awalnya terdapat 10 siswa yang dirawat.

“Awalnya datang delapan siswa, lalu dua orang lagi, jadi ada 10 siswa dari SDN 1 Sindangsari. Kemudian bertambah dua orang, disusul seorang siswa dari SDN 5 Karangpawitan dan seorang siswa MI Pogorsari. Total sore tadi 14 orang, dan malam harinya menjadi 21 orang,” ucap Aang, Sabtu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved