KRI Nanggala 402 Hilang

Tim Pencari KRI Nanggala-402 Berkejaran dengan Waktu, Punya Masa 12 Jam Lagi, Ini Janji Panglima TNI

Tim pencari berkejaran dengan waktu untuk menemukan KRI Nanggala-402. Mereka punya waktu sekitar 12 jam lagi.

Editor: taufik ismail
KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUNJABAR.ID, BALI - Tim pencari yang tengah melacak keberadaan KRI Nanggala-402 berburu dengan waktu.

Ini karena oksigen di kapal selam buatan Jerman itu diperkirakan cukup sampai pukul 03.00, Sabtu (24/4/2021).

Upaya pencarian kini mengerahkan 21 KRI.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, KSAL Yudo: Buruan, Oksigen Diperkirakan Hanya Cukup Sampai Sabtu Dini Hari

Baca juga: OKSIGEN DI KAPAL SELAM NANGGALA-402 Habis Pada Sabtu Pukul 3.00 WIB, Nasib 53 Orang Belum Diketahui

Mereka menelusuri perairan utara Pulau Bali untuk mencari KRI Nanggala-402.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, saat konferensi pers, Jumat (23/4/2021) di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.

 "KRI yang dikerahkan dalam proses pencarian sekarang sebanyak 21. Dua puluh satu itu termasuk KRI Aluguro 405 yang juga kapal selam," kata Mayjen Achmad Riad.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Polri sebanyak empat kapal, yakni Kapal Jelatik, Kapal Enggang, Kapal Barantang, dan Kapal Balang.

Di mana empat kapal dari kepolisian itu dilengkapi dengan ROV, kemudian alat sonar dua dimensi.

Kamis (22/4/2021), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan perkembangan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak Rabu (21/4/2021) pagi.
Kamis (22/4/2021), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan perkembangan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak Rabu (21/4/2021) pagi. (Tribunnews.com)

Kerahkan KRI Rigel 933

Datangnya KRI Rigel 933 pada Jumat 23 April 2021 menjadi harapan untuk percepatan penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di wilayah perairan utara Bali.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, dalam press conference di Base Ops Lanud Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat 23 April 2021.

"Perkembangan proses pencarian saat ini kita harapkan salah satu KRI yang mampu memonitor bawah laut, KRI Rigel sudah berada dekat hari ini merapat," kata Kapuspen TNI.

"KRI Rigel bisa melihat langsung melihat sonar bawah laut gambaran yang jelas," ujarnya.

KRI Rigel 933 merupakan kapal survey hydro oseanografi TNI Angkatan Laut.

KRI Rigel 933 yang merupakan kapal oseanografi militer tercanggih se-ASEAN ini dibangun di Prancis.

"Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu," ujarnya.

Lanjutnya, bahwa ditemukannya satu titik magnetik yang kuat menjadi salah satu titik terang pencarian di perairan tersebut.

Selain itu titik tumpahan minyak di perairan juga menjadi lokasi fokus pencarian.

"Mudah-mudahan dengan seluruh sumber daya yang dimiliki bisa mempercepat pencarian, waktu kami kejar," tutur Kapuspen TNI.

Selain itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga bakal memantau langsung jalannya pencarian yang diupayakan maksimal hari ini.

Berkaitan dengan arus bawah laut, hal itu sudah diantisipasi oleh tim pencarian.

Sebelumnya Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, cadangan oksigen di KRI Nanggala-402 hanya bisa bertahan selama 72 jam dalam kondisi black out.

Untuk itu, TNI serta sejumlah pihak yang turut membantu pencarian harus berpacu dengan waktu untuk menemukan dan menyelamatkan 53 awak kapal selam yang hilang di perairan utara Bali tersebut.

"Apabila kondisi black out mampu 72 jam, kurang lebih tiga hari. Jadi saat kemarin hilang kontak jam 3, bisa sampai hari Sabtu jam 3, sehingga 72 jam. Mudah-mudahan segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," ujar Yudo.

Sejumlah negara telah menawarkan bantuan, di antaranya Singapura dan Malaysia.

Kapal milik dua negara ini segera sampai di lokasi di mana KRI Nanggala diperkirakan hilang kontak.

Selain dua negara ini, ada delapan negara lainnya yang siap membantu pencarian.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjamin, pencarian terus dilakukan hingga kapal dan seluruh awaknya ditemukan.

"TNI akan terus melakukan pencarian dan pertolongan untuk membawa pulang kembali, saudara-saudara kita, prajurit KRI Nanggala-402 kepada keluarga mereka," kata Hadi.

Baca juga: Tak Hanya Nama Kapal Selam, Nanggala Pernah Jadi Tim Elite di Kopassus, Prabowo Sempat Merasakannya

Baca juga: Tabah Sampai Akhir dan Bekerja dalam Senyap, 53 Awak KRI Nanggala-402 Kini Menunggu Diselamatkan

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul TERKINI, 21 KRI Dikerahkan Dalam Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved