Kilang Balongan Terbakar
Pertamina Langsung Respons, Bawa Ibu Hamil yang Terus Pendarahan Pascaledakan Kilang Balongan ke RS
Pihak Pertamina langsung membawa Mutia ke rumah sakit di milik mereka di Balongan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Mutia (21), ibu hamil warga Desa/Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu yang mengalami pendarahan pascaledakan di kilang minyak Balongan akhirnya langsung mendapat perawatan, Jumat (23/4/2021).
Pendarahan itu, ia alami pasca-terjadinya ledakan di 4 Tangki T-301 di areal Kilang Minyak PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu, Senin (29/3/2021).
Mengetahui soal kondisi Mutia, pada pagi hari tadi Pertamina langsung cepat tanggap dengan melakukan penjemputan dan membawa ibu satu anak itu ke Rumah Sakit Pertamina Balongan (RSPBL).
Baca juga: Penyekatan Pemudik Bikin Seorang Pemuda di Sumedang Kecewa, Posting Ini di Instastory, Lalu . . .
Baca juga: PT KAI Daop 2 Bandung Belum Batalkan Jadwal KA, Masa Berlaku Rapid Test Antigen Hanya 1 Hari
Selain Mutia, Pertamina juga membawa ibu hamil lainnya, Komariyah (34) di desa setempat untuk ikut diperiksa kandungannya.
Section Head Health Kilang Pertamina Balongan, dr Bernardo L Tobing mengatakan, tim medis sudah melakukan interview dan pemeriksaan fisik umum.
Lebih lanjutnya, tim medis akan melakukan observasi lebih dalam lagi dibantu dokter spesialis kebidanan dan kandungan guna memastikan kondisi kedua ibu hamil itu dalam keadaan baik-baik saja.
"Dan untuk ibu Mutia ini sepertinya akan direncanakan untuk menjalani rawat inap untuk observasi lebih dalam lagi demi mengetahui kondisi pastinya," ujar dia.
Meski demikian, dr Bernardo L Tobing memastikan, untuk kondisi janin yang berada di dalam kandungan Mutia maupun Komariyah sejauh ini masih aman.
Seperti diketahui, saat ini Mutia tengah mengandung anak keduanya yang masih berusia 3 bulan kandungan.
Sedangkan Komariyah, sekarang ini usia kandungannya sudah 5 bulan, janin tersebut menjadi anak keenamnya.
Dr Bernardo L Tobing mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya maksimal dalam perawatan sehingga kedua ibu hamil tersebut bisa kembali pulih dan kondisi bayi yang mereka kandung dalam keadaan sehat.
Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina RU VI Balongan Cecep Supriyatna menambahkan, aksi cepat yang dilakukan Pertamina ini merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada masyarakat terdampak kejadian di area Kilang Balongan.
"Kami pastikan Pertamina tetap siaga dalam memantau kondisi kesehatan warga di sekitar Kilang Balongan. Semaksimal mungkin Pertamina siap memberikan layanan kesehatan kepada warga," ujarnya.
Sementara itu, Mutia mengaku senang, ia akhirnya bisa mendapat perawatan medis setelah sebelumnya pasrah dengan kondisi yang dialaminya.
Sebelum mendapat perawatan, Mutia diketahui melakukan pengobatan secara mandiri.
Saat itu, sangat bergantung pada obat untuk menghentikan pendarahan yang keluar dari rahimnya.
Namun karena terkendala biaya, Mutia sudah seminggu ini tak mampu membeli obat tersebut.
Harga satu butir obat itu seharga Rp 15 ribu, dalam sehari ia harus minum 2 butir obat.
Pertamina pun meyakinkan kepada Mutia bahwa seluruh biaya mulai dari perawatan hingga obat-obatan akan ditanggung perusahaan.
"Alhamdulillah senang bisa dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Balongan, mudah-mudahan saya dan bayi saya sehat," ujar Mutia.
Baca juga: Kecewa Ada Penyekatan Bagi Pemudik, Pemuda Ini Diduga Hina Polisi, Sebut Nama Hewan Di Medsos
Baca juga: Memasuki 10 Hari Kedua Ramadan, Panjatkan Doa-doa ini Ikhtiar Supaya Melebur Segala Dosa, Lengkap