Breaking News:

Aa Umbara Tersangka Korupsi

AA UMBARA TERSANGKA KORUPSI BANSOS COVID-19, Mau Ditahan KPK, Bilang Sakit, Anaknya Juga Sakit

Bupati Bandung Barat Aa Umbara tersangka kasus korupsi Bansos Covid-19 setelah penyidik KPK melakukan penyelidikan. Aa Umbara bilang sakit.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Bupati Bandung Barat Aa Umbara tersangka kasus korupsi Bansos Covid-19 setelah penyidik KPK melakukan penyelidikan. Aa Umbara bilang sakit. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Bupati Bandung Barat Aa Umbara tersangka kasus korupsi Bansos Covid-19 setelah penyidik KPK melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap PNS di Kabupaten Bandung Barat.

Sore tadi KPK menetapkan Aa Umbara tersanga, beserta anak laki-lakinya Andi Wibawa yang menerima proyek pengadaan barang untuk bantuan sosial penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, mengatakan, mestinya Aa Umbara dan Andi Wibawa hadir di gedung KPK untuk diperlihatkan ke publik.

Baca juga: BREAKING NEWS, AA UMBARA Bupati Bandung Barat dan Anak Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Baca juga: Perkembangan Kasus Aa Umbara, KPK Akui Sudah Kantongi Alat Bukti, Siap-siap Ada Tersangka, Siapa?

Baca juga: BOBOTOH Dapat Pujian, Ketua Umum PSSI: Saya Bangga dengan Saudara Saya Suporter di Jabar

Seperti para tersangka korupsi lain, Aa Umbara dan Andri Wibawa bakal diminta mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Namun, Aa Umbara dan Andi Wibawa tak hadir ke gedung KPK dengan alasan sakit.

Keduanya akan dijadwalkan untuk hadir di gedung KPK dan diminta untuk kooperatif.

Pasal Jerat Aa Umbara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain Aa Umbara, KPK juga menjerat Andri Wibawa (AW) selaku anak Aa Umbara dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh Gunawan (MTG).

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Maret 2021 dengan menetapkan tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Alex mengatakan,  dalam proses penyidikan perkara ini, tim penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi terdiri ASN pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya.

Atas perbuatan tersebut, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan Totok disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved