Breaking News:

Dulu 14 Hari Sekarang 28 Hari, Rentang Waktu Vaksin Kedua Setelah Suntik Pertama, Begini Kata Emil

Kementerian Kesehatan RI memutuskan penambahan interval atau jeda waktu penyuntikan vaksin Sinovac dosis

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribun Jabar
Ridwan Kamil dalam kunjungan kelima sebagai relawan vaksin di Puskesmas Garuda Kota Bandung, Senin (22/3). Dulu 14 Hari Sekarang 28 Hari, Rentang Waktu Vaksin Kedua Setelah Suntik Pertama, Begini Kata Emil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Kesehatan RI memutuskan penambahan interval atau jeda waktu penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama dengan dosis kedua menjadi 28 hari untuk orang dewasa maupun lansia.

Padahal sebelumnya, jarak antara kedua penyuntikan tersebut berjarak 14 hari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan masyarakat tidak perlu bingung atau khawatir dengan keputusan tersebut.

Masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama, katanya, tinggal menjalani arahan sesuai SMS atau kanal lain yang diterima.

"Ikuti saja sesuai panggilan. Itu pasti keputusan medis. Karena jenis vaksin kan beda-beda, tumbuhnya antibodi juga beda-beda. Ada yang tumbuh 14 hari, ada yang tumbuhnya 28 hari, juga ada," kata Gubernur Jawa Barat tersebut di Bandung, Selasa (23/3).

Revisi keputusan interval atau jarak waktu antara penyuntikan pertama dan kedua tersebut, katanya, jangan sampai membuat bingung masyarakat. Karenanya, masyarakat cukup mengikuti instruksi yang sudah ada.

Baca juga: Di Waktu Hampir Bersamaan, Kepala Sekolah Meninggal dan Dua Guru Reaktif Covid-19 di Majalengka

"Jadi revisi-revisi itu, warga jangan bingung. Pokoknya keputusan perubahan itu sudah dipikirkan," katanya.

Sejumlah perubahan keputusan ini diperkirakan disebabkan pengkajian yang terus berkembang.

Contohnya kata Ridwan Kamil, WHO kini mewacanakan supaya warga yang sudah divaksinasi untuk kembali mendapat suntikan vaksin kembali setahun kemudian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved