Sabtu, 25 April 2026

Ciamis Kembali Perpanjang PPKM Skala Mikro, Sementara Vaksinasi di Ciamis Dinilai Lamban

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ciamis dinilai lambat. Sejak dimulai Senin (1/2) bulan lalu, realisasi vaksinasi

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
Istimewa/Dok Polsek Cimaragas Polres Ciamis
Warga Desa Hegarmanah Cidolog Ciamis menjalani tes swab massal di GOR Hegarmanah, Sabtu (27/2/2021) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ciamis dinilai lambat. Sejak dimulai Senin (1/2) bulan lalu, realisasi vaksinasi di Ciamis baru 30% dari sasaran.

Hal itu disampaikan oleh Sekda Ciamis Dr H Tatang MPd pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Sekretariat Satgas Penanggulangan Covid-19 Ciamis di Jl Ir H Juanda Lokasana Ciamis, Selasa (9/3) siang. Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda dan SKP Lingkup Pemkkab Ciamis.

“Berdasarkan data yang diperoleh dari Provinsi (Jabar), Kabupaten Ciamis termasuk kabupaten yang  pelaksanaan vaksinasinya lambat dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jabar. Realisasinya baru mencapai 30%,” kata Sekda H Tatang pada rakor evaluasi penangangan Covid-19 Selasa (9/3) tersebut.  

Menurut Sekda Tatang, kondisi tersebut bisa terjadi lantaran berbagai faktor. Diantaranya keterlambatan kedatangan vaksin di Ciamis. Sehingga pelaksanaan vaksinasi di Ciamis tertinggal dibanding dengan kabupaten/kota lainnya di Jabar.

Baca juga: Bupati Majalengka Belum Bolehkan KBM Tatap Muka Meski Tiga Kecamatan Sudah Zona Hijau

Untuk mengejarkan ketertinggalan tersebut menurut Tatang, pelaksanaan vaksinasi bisa lebih maksimal dan tidak hanya mengandalkan puskesmas.

Di tingkat kecamatan atau desa katanya banyak tempat-tempat atau gedung yang bisa menampung banyak orang seperti aula kecamatan, GOR atau gedung lainnya yang bisa digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi seperti yang diintruksikan gubernur.

“Saya berharap gedung-gedung besar seperti aula kecamatan  dapat digunakan untuk vaksinasi. Atau melibatkan swasta agar vaksinasi bisa lebih cepat pelaksanaannya,” katanya.

Secara rinci Kepala Dinkes Ciamis dr H Yoyo M Kes pada kesempatan yang sama menyebutkan beberapa faktor kendala yang menyebabkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ciamis agak lamban.

Mulai dari perubahan data yang berbeda-beda antara tingkat provinsi dan kabupaten sehingga merjadi kendala dalam pelaksanaan vaksinasi.

Berubahnya jenis vaksin yang dikirim dikhawatirkan malah dapat menimbulkan dampak karena harus mengacu pada uji klinis.

Masih adanya warga yang menolak vaksin dan enggan divaksin juga menjadi kendala dalam kesuksesan pelaksanaan vaksinasi.

Sementara Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana pada rakor dan evaluasi pelaksanaan Covid-19 Selasa (9/3) siang tersebut mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi di Ciamis bisa lebih dipercepat. Tidak hanya mengandalkan puskesmas. “Mengingat batas ekspired (kadaluarsa) vaksin hanya 6 bulan,” ujar Kapolres AKBP Hendria Lesmana.

Baca juga: Mengenal Sesar Ciremai, Sesar Aktif di Kuningan yang Sempat Membuat Warga Terkejut November 2020

 Penerapan PPKM Skala Mikro Diperpanjang 2 Minggu

Sekda Ciamis Dr H Tatang MPd pada rakor penanggulangan Covid-19 Selasa (9/3) siang tersebut menyebutkan, sesuai dengan Instruksi Gubernur, Ciamis kembali memperpanjang penerapan PPKM Skala Mikro untuk 2 minggu ke depan. Mulai Selasa (9/3) sampai Senin (22/3).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved