Breaking News:

Purwakarta Sudah Siap KBM Tatap Muka, Tapi Masih Tunggu Instruksi Bupati, 3 Wilayah Bakal Diuji Coba

Purwakarta sudah bersiap untuk menggelar KBM tatap muka. Ada tiga kecamatan yang gelar uji coba.

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Simulasi bejalar tatap muka di Kota Sukabumi. Sejumlah kecamatan di Purwakarta sudah mempersiapkan diri belajar tatap muka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto menyebut kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Purwakarta telah siap mulai penyiapan regulasi standar operasional prosedur (SOP), hingga ke modul pembelajaran dan fasilitas pendukung lainnya.

Tak hanya itu, Purwanto juga mengatakan semua tenaga pendidikan sudah mendapatkan vaksin hingga nanti Juni 2021.

Kelengkapan persiapan KBM tatap muka, kata Purwanto, sudah dipersiapkan sebelum adanya penundaan KBM tatap muka.

Baca juga: KABAR GEMBIRA bagi Pencari Kerja di Subang, Ini Daftar Perusahaan yang Bekerja Sama dengan Pemda

Baca juga: Sedang Berjalan di Perumahan, Seorang Ibu Muda yang Tengah Menggendong Bayi Dijambret

"Kemarin, kan, sudah dimulai vaksinasi ke tenaga pendidikan mulai guru, tata usaha, sampai penjaga sekolah. Jadi, ya, tinggal mantapkan pelaksanaannya," katanya, Kamis (4/3/2021).

Ada tiga kecamatan, kata dia, yang akan dilakukan ujicoba KBM tatap muka, yakni Kecamatan Maniis, Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Kiarapedes.

Kemungkinan, Purwanto menyebut Juni 2021 bisa bertambah jumlah wilayahnya tergantung hasil evaluasi.

"Kecamatan kota sudah siap juga, kok, gelar KBM tatap muka. Tapi, kembali ke kepala daerah apakah diizinkan atau tidak. Bisa saja rekomendasi pelaksanaan tatap muka parsial sifatnya alias tidak semua wilayah," katanya 

Anggota DPR RI Komisi X, Syaiful Huda mengatakan KBM tatap muka sebenarnya sudah diperbolehkan baik di luar zona hijau.

Semua itu tergantung pada inisiatif dari pemerintah daerahnya masing-masing dan Satgas Covidnya, serta orang tua siswa.

"Jika semua sudah setuju ya maka jalan. Saya, sih, mendorong untuk secepatnya sekolah dibuka lagi. Karena, anak-anak seperti tidak belajar atau lost learning sehingga harus diakui pembelajaran jarak jauh itu efektifnya hanya 30 persen. Jadi, jika ada yang klaim PJJ efektif 60-70 persen itu bohong," ujarnya.

Baca juga: Kumpulan Foto Kerusakan Akibat Gempa Bumi San Fransisco 1950, Ribuan Orang Meninggal Dunia

Baca juga: PERLU ANDA KETAHUI: 5 Fakta Menarik Ikatan Cinta, Sinetron RCTI dengan Rating Tertinggi

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved