Breaking News:

Buruan SAE

Program Buruan SAE: Tanam Sayuran di Halaman Rumah, Bantu Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi

Gin Gin Ginanjar minta kepada warga agar kreatif memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah mereka dengan membudidayakan sayuran dan pangan lainnya.

Tribunjabar.id/Kisdiantoro
Warga di lingkungan RW 14 dan tim Kelurahan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung, membangun projek Buruan SAE di lahan warga depan Masjid As Shidiq, Kamis (28/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Buruan Sae (Sehat, Alami, Ekonomis) memiliki manfaat ketahanan pangan agar Kota Bandung tidak tergantung ke luar kota.

"Kota Bandung bukan produsen pangan. Hampir 96 persen hasil pertanian dipasok dari luar. Makanya warga Kota Bandung hendaknya bisa menanam sayuran," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar di Taman Dewi Sartika, Selasa (2/3/2021).

Gin Gin minta kepada warga agar kreatif memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah mereka dengan membudidayakan sayuran dan pangan lainnya.

Baca juga: Mau Beli Rumah Bebas PPN, REI Jabar Sebut Harus Rumah yang Ready Stock

Baca juga: Ribuan Butir Obat Daftar G, Sabu, dan Ganja Diamankan Polres Sukabumi Kota

"Jika menanam sayuran Kota Bandung bisa menjaga ketersediaan pangan sehingga tidak tergantung ke luar kota," ujar Gin Gin.

Menurut Gin Gin, walau bukan produsen, ketersediaan pangan di Kota Bandung masih cukup aman walaupun ada bebarapa pangan yang mengalami kenaikan harga.

“Sampai hari ini kondisi pangan di Kota Bandung dari sisi ketersediaan dan kecukupan itu cukup dan masih aman sampai Idulfitri,” ujar Gin Gin.

Gin Gin mengatakan, Disdagin selain melalukan pengawasan, untuk menyiasati agar kebutuhan dan ketersediaan pangan di Kota Bandung mencukupi, pihaknya selalu berkoordinasi, membangun komunikasi yang baik dan menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti Disdagin dan Bulog.

Di samping itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung gencar membuat program-program dalam rangka menjaga ketersediaan pangan di Kota Bandung dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

Salah satunya program pembagian pohon dan Bandung Agri Market (BAM).

Bandung Agri Market bertujuan menjaga fungsi ekologis dan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon buah-buahan di beberapa kawasan.

“Program Dispangtan untuk menjaga fungsi ekologis dan penghijauan dengan cara bertanam pohon buah-buahan di kawasan RPH dan kawasan tertentu yang dianggap rawan,” ujarnya.

Menurutnya, program Bandung Agri Market merupakan wadah bagi kelompok-kelompok binaan Dispangtan untuk memamerkan produk hasil bercocok tanam dan olahan pertanian.

Gin Gin mengatakan saat ini BAM belum bisa digelar karena khawatir menimbulkan kerumunan, makanya digencarkan program unggulan Buruan SAE.

"Buruan SAE bisa menghasilkan berbagai sayuran dan membantu perekonomian rumah tangga," ujar Gin Gin. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved