Breaking News:

Hobi "Mulung", Usaha Thrift Shop Ini Mampu Meraup Jutaan Rupiah, Intip Yuk Triknya

Usaha Thrift Shop menjadi salah satu usaha yang menjanjikan terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini

jasatokoonline.my.id
Ilustrasi - Usaha Thrift Shop menjadi salah satu usaha yang menjanjikan terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Selama Pandemi COVID-19, banyak orang yang memulai membuka usaha di bidang food and beverages.  Namun tidak hanya itu, kini banyak juga yang mulai menjual barang bekas atau yang biasa kita kenal dengan Thrift Shop

Biasanya, barang yang dijual adalah berbagai macam pakaian yang tidak terpakai dan di modifikasi sedemikian rupa agar tetap terlihat baru dan kekinian. 

Tren mode fesyen tersebut juga dibarengi dengan maraknya kampanye mengurangi penggunaan mode fast fashion yang menumbuhkan bisnis thrift store atau pakaian bekas di dalam negeri.

Baca juga: Satker Pastikan Pembebasan Lahan untuk Proyek Jalan Tol Cisumdawu Selesai April 2021

Salah satu pemilik thrift store online Anita Novianti (24) mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 50 juta per bulan.

Mahasiswa yang akrab disapa Emon ini, menceritakan bagaimana dirinya membangun bisnis online shopnya dengan modal Rp 1 juta.

Dia mengatakan ide bisnis tersebut muncul karena hobinya berbelanja barang bekas.

"Berawal dari hobi, jaman kuliah emang sering banget thrifthing tapi dulu buat dipake sendiri gitu, ini sekitar tahun 2016-2017. Dulu kan thrifthing masih hal yang tabu ya, dianggap sebelah mata deh karena image barang bekasnya, jadi gak banyak orang juga yang suka thrifthing. Nah ditahun 2018 mulai banyak orang ngangkat tentang thrift dan ditahun itu juga mulai banyak bermunculan thriftshop. Dari situ mulai kepikiran dehh, kayanya oke jugaa kalau coba-coba jualan," ujarnya.

Baca juga: Bocoran Spesifikasi Realme Narzo 30A yang Rilis Besok, Disebut Sebagai Smartphone Gaming Murah

Dengan 103 ribu followers di Instagram online shopnya, Emon menamakan akun Instagramnya dengan nama @lapakomah.90's.

"Sebenernya dulu iseng, bingung juga. Terus kata temen dikasih nama lapak aja. Kan lapak kaya toko gitu ya cuma nama lainnya, nah Emon mikir kalau lapak doang ga enak. Terus mikir harus ada nama panggilan juga , bosen kalau mimin. Awalnya kepikiran lapaknenek, tapi gak enak banget. Jadi aja lapakomah, kan enak panggilannya oma," ujarnya.

Tak sampai disitu, Emon juga menjelaskan arti dari omah. 

Halaman
123
Penulis: Shania Septiana
Editor: Siti Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved