Mengenal Hutan Cagar Alam Pananjung di Pantai Pangandaran
Pengunjung kawasan konservasi Cagar Alam Pananjungyang ada di Kabupaten Pangandaran menurun akibat pandemi Covid-19
Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
Namun, setelah Gunung Galunggung meletus sangat signifikan pengaruhnya pada habitat banteng di Cagar Alam Pananjung.
Sampai pakan dan sumber mata air minumnya tertimbun abu vulkanik.
Dari situ penurunan populasi banteng mulai drastis.
Meskipun petugas sudah berupaya membuat bak air minum dan diambilkan rumput dari luar sebagai makanannya, namun tampaknya banteng-banteng itu kurang menyukai pakan yang diambilkan manusia.
Satwa ini, hanya menyukai makanan alami yang sudah berada di alam.
Baca juga: Peluang Usaha Cuci Sepatu, Mahasiswa Ini Bisa Dapat Pelanggan Bukan Hanya Warga, Tapi Juga Artis
Abu vulkanik Galunggung menutup hamparan rumput sebagai pakan satwa banteng terjadi cukup lama.
Abu vulkanik menutup rumput selama 8 bulan. Pada tahun 1997 satwa banteng ini masih terpantau ada, namun sekarang sudah tidak ada.
Setelah punahnya banteng, untuk melengkapi koleksi Cagar Alam Pangandaran, sekitar pada tahun 2003, dipopulasikan delapan ekor sapi bali.
Bentuk sapi bali ini, sangat mirip dengan banteng meskipun perkembangbiakannya tidak sebagus banteng dahulu.
Baca juga: Apa Perbedaan Skala Richter dan Skala MMI untuk Mengukur Kekuatan Gempa Bumi? Ini Penjelasannya
Koleksi sapi Bali yang berada di kawasan cagar alam terkadang dapat dijumpai dipadang penggembalaan Cikamal atau disebut juga lapangan Banteng, namun jumlahnya terus berkurang.
Menurut Polhut yang bertugas di cagar alam Pananjung Tahyadi (55) mengatakan, sampai sekarang jumlah sapi Bali tinggal 1 ekor.
"Yang tadinya lumayan banyak, sekarang hanya tinggal 1 ekor. Itu mungkin karena mati ketuaan," ujar Tahyadi saat ditemui Tribunjabar.id di kantor balai cagar alam Pananjung, Minggu (28/2/2021).
Tahyadi berharap, kedepannya bisa didatangkan lagi banteng Jawa dan juga, di Cagar alam ini ditambah wahaya yang bisa menarik perhatian para wisatawan.
"Kita ingin, cagar alam ini ramai seperti dahulu lagi. Sekarang paling yang berkunjung hanya 10 persen, apalagi semenjak adanya wabah Virus Corona," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cagar-alam-di-kabupaten-bandung.jpg)