Minggu, 7 Juni 2026

Mengenal Hutan Cagar Alam Pananjung di Pantai Pangandaran

Pengunjung kawasan konservasi Cagar Alam Pananjungyang ada di Kabupaten Pangandaran menurun akibat pandemi Covid-19

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
Pengunjung kawasan konservasi Cagar Alam Pananjungyang ada di Kabupaten Pangandaran menurun akibat pandemi Covid-19. Selain itu, koleksi satwa juga mulai berkurang. Pihak pengelola berharap ada tambahan satwa dan wahana baru untuk menarik kunjungan wisatawan. 

Namun, setelah Gunung Galunggung meletus sangat signifikan pengaruhnya pada habitat banteng di Cagar Alam Pananjung

Sampai pakan dan sumber mata air minumnya tertimbun abu vulkanik.

Dari situ penurunan populasi banteng mulai drastis.

Meskipun petugas sudah berupaya membuat bak air minum dan diambilkan rumput dari luar sebagai makanannya, namun tampaknya banteng-banteng itu kurang menyukai pakan yang diambilkan manusia.

Satwa ini, hanya menyukai makanan alami yang sudah berada di alam.

Baca juga: Peluang Usaha Cuci Sepatu, Mahasiswa Ini Bisa Dapat Pelanggan Bukan Hanya Warga, Tapi Juga Artis

Abu vulkanik Galunggung menutup hamparan rumput sebagai pakan satwa banteng terjadi cukup lama.

Abu vulkanik menutup rumput selama 8 bulan. Pada tahun 1997 satwa banteng ini masih terpantau ada, namun sekarang sudah tidak ada.

Setelah punahnya banteng, untuk melengkapi koleksi Cagar Alam Pangandaran, sekitar pada tahun 2003, dipopulasikan delapan ekor sapi bali. 

Bentuk sapi bali ini, sangat mirip dengan banteng meskipun perkembangbiakannya tidak sebagus banteng dahulu.

Baca juga: Apa Perbedaan Skala Richter dan Skala MMI untuk Mengukur Kekuatan Gempa Bumi? Ini Penjelasannya

Koleksi sapi Bali yang berada di kawasan cagar alam terkadang dapat dijumpai dipadang penggembalaan Cikamal atau disebut juga lapangan Banteng, namun jumlahnya terus berkurang.

Menurut Polhut yang bertugas di cagar alam Pananjung Tahyadi (55) mengatakan, sampai sekarang jumlah sapi Bali tinggal 1 ekor.

"Yang tadinya lumayan banyak, sekarang hanya tinggal 1 ekor. Itu mungkin karena mati ketuaan," ujar Tahyadi saat ditemui Tribunjabar.id di kantor balai cagar alam Pananjung, Minggu (28/2/2021).

Tahyadi berharap, kedepannya bisa didatangkan lagi banteng Jawa dan juga, di Cagar alam ini ditambah wahaya yang bisa menarik perhatian para wisatawan.

"Kita ingin, cagar alam ini ramai seperti dahulu lagi. Sekarang paling yang berkunjung hanya 10 persen, apalagi semenjak adanya wabah Virus Corona," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved