Minggu, 7 Juni 2026

SPMB 2026

Fakta-fakta Polemik Perubahan Skor SPMB Jabar 2026 Sekolah Maung

Polemik perubahan skor pada seleksi SPMB Jabar 2026, khususnya Sekolah Maung, tengah menjadi sorotan.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Dok Zaini Shofari
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Zaini Shofari menyoroti kendala aplikasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) saat meninjau di SMAN 3 dan SMAN 5 Kota Bandung, Jumat (29/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Protes Orang Tua: Wali murid Sekolah Maung memprotes perubahan skor drastis jelang pengumuman, terutama pada pendaftar jalur prestasi nonakademik Ketua OSIS.
  • Klarifikasi Disdik: Disdik Jabar membantah pemotongan sepihak dan menyatakan perubahan terjadi karena sinkronisasi otomatis sistem dengan juklak-juknis Kepgub.
  • Kritik DPRD: Komisi V DPRD Jabar menilai sistem belum siap dan mengkritik tampilan klasemen ranking sementara yang memicu asumsi kecurangan di masyarakat.

TRIBUNJABAR.ID - Polemik perubahan skor pada Sistem Penerimaan Murid Baru Jawa Barat (SPMB Jabar), khususnya Sekolah Maung, tengah menjadi sorotan.

SPMB Jabar 2026 membuka jalur khusus prestasi akademik dan nonakademik bagi para calon murid untuk mendaftar ke Sekolah Maun, sekolah khusus bagi siswa berprestasi di Jawa Barat.

Adanya perubahan skor dalam proses seleksi disadari oleh para orang tua/wali calon murid, karena terjadi saat pendaftaran sudah ditutup dan beberapa hari menjelang pengumuman.

Berikut Tribunjabar.id rangkum fakta-fakta polemik perubahan skor pada SPMB Jabar 2026 Sekolah Maung:

1. Keresahan Orang Tua

Salah satu orang tua/wali calon murid yang terdampak perubahan skor ini, Shopie Meilani sempat mengunggah video yang kemudian viral.

Saat ditemui Tribunjabar.id, Shopie bercerita bahwa sebagai seorang ibu, dirinya merasa emosional melihat poin anak tiba-tiba berkurang.

"Pada 2 Juni pukul 00.00 WIB, itu kan terakhir verifikasi, dan posisi anak saya itu memang di posisi terakhir 64. Lalu, sampai 3 Juni 2026, masih aman (posisi) dalam kuota." 

Baca juga: Anggota Komisi V DPRD Jabar Farabi El Fouz Minta Disdik Perbaiki Sistem Informasi SPMB

"Tapi, per 4 Juni 2026 pagi hari, tiba-tiba ketika saya mengecek poin justru berkurang hampir 51 poin," katanya, Jumat (5/6/2026). 

Melihat perubahan skor tersebut, Shopie pun bertanya-tanya hingga akhirnya mendatangi sekolah tempat anaknya mendaftar.

"Di sana, kami diterima dengan baik, pengaduan kami didengar, dan kami diminta mengisi formulir pengaduan yang akan disampaikan ke pihak dinas," ungkap Shopie.

Namun, Shopie mengaku masih ada yang mengganjal terkait mengapa nilai itu bisa menurun dan apa yang menyebabkan nilai itu menyusut hingga 51 poin. 

Dia mengatakan, pihak sekolah tak bisa menjelaskannya secara jelas. Dia diarahkan untuk mengadukan ke Disdik Jabar

2. Soroti Perubahan Skor Jalur Ketua OSIS

Shopie menerangkan, kebanyakan calon murid yang terdampak adalah para pendaftar jalur prestasi nonakademis, khususnya Ketua OSIS.

"Kami ke sana (Disdik Jabar), ternyata banyak orangtua yang kasusnya sama. Ternyata banyak ketua OSIS, khusus SMA Maung ini gugur, utamanya posisi 50 ke bawah itu rawan," kata Shopie.

Shopie dan orang tua/wali lainnya akhirnya mendapatkan jawaban di balik perubahab skor tersebut yang ternyata karena menyesuaikan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terbaru.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved