Pamit Kerja di Arab, Tertahan Tidak Bisa Pulang Selama 12 Tahun, Kini Hilang Kontak

Seorang pekerja migran asal Sukabumi tertahan sudah 12 tak bisa pulang ke Indonesia dan kini keluarga kehilangan kontak

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
Pamit bekerja ke Arab Saudi, Casmi (56) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu kini dikabarkan hilang kontak.Keluarga pun sempat putus asa, mereka pun mencoba meminta bantuan melalui Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu untuk mencari tahu keberadaan Casmi. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pamit bekerja ke Arab Saudi, Casmi (56) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu kini dikabarkan hilang kontak.

Keluarga pun sudah berusaha dengan melakukan berbagai cara untuk menghubungi Casmi.

Namun, usaha tersebut, hingga saat ini tidak kunjung membuahkan hasil.

Baca juga: Kereta Api Tujuan Jakarta Sudah Kembali Beroperasi, Untuk Jadwal Bisa Dicek Melalui Ini

Keluarga pun sempat putus asa, mereka pun mencoba meminta bantuan melalui Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu untuk mencari tahu keberadaan Casmi.

Tarinih (46), adik kandung Casmi mengatakan, kakaknya itu sudah 12 tahun tidak bisa pulang karena tertahan oleh majikannya saat bekerja di Arab Saudi.

"Kakak saya bernama Casmi bekerja sudah hampir 12 tahun namun tidak bisa pulang karena majikannya selalu menahan kepulangannya," ujar dia saat menyampaikan aduan, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Tempat Hiburan Banyak Langgar Prokes, Dicek Tutup, Petugas Pergi, Buka Lagi, Sanksi Akan Diperberat

Tarinih menambahkan, dalam dua tahun terakhir, keluarga bahkan kehilangan kontak dengan Casmi.

Hal ini yang membuat keluarga cemas dan berusaha mencari tahu keberadaannya ke berbagai pihak.

Casmi sendiri awalnya direkrut oleh sponsor bernama Sadi warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana pada Agustus 2009.

Ia lalu diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT Tritama Mega Abadi pada September 2009.

Baca juga: 5 Tahun Buron, Maling Spesialis Motor yang Dikunci Stang Ditangkap, Begini Modus Pencuriannya

Setibanya di Arab Saudi, Casmi tidak langsung memberi kabar.

Keluarga pun baru mendapat kabar dua bulan setelah ia bekerja.

Saat itu Casmi mengaku bekerja pada majikan bernama Halid Al Samari dan Siza di Daerah Hail Baqaa, Arab Saudi.

"Di tahun pertama kakak saya bekerja awalanya baik-baik saja tidak ada permasalahan komunikasi pun berjalan dengan baik bahkan sempat kirim uang ke orang tua," ucapnya.

Baca juga: Rektor IPDN Digugat ke PTUN Bandung oleh Praja asal Sulut, Diberhentikan karena Kasus Penganiayaan

Di tahun kedua, Casmi diketahui pindah majikan, ia bekerja pada Hamud serta istrinya bernama Faridah yang masih merupakan saudaranya dari majikan pertama. 

"Sejak bekerja pada majikan yang kedua, kakak saya mulai ada tanda-tanda kurang baik, komunikasi pun mulai jarang telepon satu tahun hanya bisa cuma 2 kali, terakhir telepon sekitar akhir tahun 2018 hingga sampai saat ini putus kontak," ujarnya. 

Sampai saat itu, keluarga sudah tidak bisa menghubungi dan mengetahui kabar Casmi di Arab Saudi.

Sementara itu, Tim Advokasi SBMI Indramayu, Dasiwan menyampaikan, pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari aduan dari pihak keluarga PMI yang bersangkutan.

"SBMI akan mempelajari terlebih dahulu aduan dari pihak keluarga, setelah itu baru ditindak lajuti dengan membuat surat ke Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved