Dada Rosada Dibawa ke RS, Setelah Sepekan Terpapar Covid-19 di Sel, Kondisinya Sempat Memburuk

Mantan wali kota Bandung Dada Rosana terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Ibu dan Anak (RSKIA), Rabu (17/2), setelah kondisinya memburuk.

Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR / MEGA NUGRAHA SUKARNA
Mantan wali kota Bandung Dada Rosada saat menjalani swab test PCR bersama para warga binaan Lapas Sukamiskin, Kamis (4/2/2021). Dada dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Ibu dan Anak (RSKIA), Rabu (17/2), setelah kondisinya memburuk. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan wali kota Bandung Dada Rosana terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Ibu dan Anak (RSKIA), Rabu (17/2), setelah kondisinya memburuk.

Kondisi Dada Rosada menurun setelah lebih dari sepekan sendirian berjuang melawan virus korona di dalam selnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

Hingga semalam belum diketahui pasti kondisi terakhirnya.

Baca juga: Kena Covid-19, Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Mantan Sekda Edi Siswadi Dirawat di RSKIA

Baca juga: Dada Rosada dan Edi Siswadi Diperlakukan Sama Saat Menjalani Perawatan di RSKIA

Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Asep Sutandar, mengatakan mereka memutuskan melarikan Dada Rosada ke rumah sakit karena khawatir melihat kondisinya.

Selain Dada, kata Asep, mantan sekretaris daerah Kota Bandung, Edi Siswadi, juga mereka larikan ke rumah sakit yang sama karena kondisinya menurun.

Seperti halnya Dada, Edi, yang juga tengah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi, juga terpapar Covid-19.

"Keduanya, kan, sudah sepuh. Lalu hasil CT value PCR swab-nya, kan, tidak baik. Jadi kami putuskan untuk merujuk keduanya ke rumah sakit," ujar Asep, tanpa menyebutkan seberapa tidak baik hasil CT value Dada sepanjang pengetahuannya.

CT (cycle threshold) value adalah angka rujukan untuk memastikan apakah seseorang terpapar virus korona atau tidak.

Semakin kecil angka CT value pasien, semakin banyak virus korona yang ada di tubuhnya.

Asep mengatakan, sejak menjalani swab test PCR, awal Februari lalu, baik Dada maupun Edi belum menjalani tes PCR ulang.

Asep mengatakan, keduanya sudah mulai menunjukkan gejala sakit.

"Namun, gejalanya sejauh ini enggak berat. Pertimbangan dirujuk ke rumah sakit karena ya itu tadi, usianya sudah sepuh," ucap Asep.

Dihubungi melalui telepon, kemarin, Direktur RSKIA Kota Bandung, dr Taat Tagore, mengatakan Dada Rosada dan Edi Siswadi tidak dibawa ke RSKIA pada hari yang sama. 

Edi dirawat di RSKIA sejak Jumat (12/2), sedangkan Dada Rosada baru masuk Rabu (17/2) malam.

Baca juga: Video Bukti Ayus Selingkuh dengan Nissa Sabyan Diungkap Sang Adik, Sudah Ketahuan Sejak 2019

Baca juga: Mayoritas WNI yang Kembali dari Arab Saudi Positif Covid-19, Ini Dua Penyebabnya

Taat menolak menyebutkan kondisi terakhir kesehatan kedua mantan pejabat Pemkot Bandung ini dengan alasan etika kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved