Ada Rekayasa Lalin di Sekitar Alun-alun, Dewan: Awas Mata Pencaharian Pedagang Kecil Putus

Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka, Fajar Sidiq menuturkan, penerapan rekayasa lalulintas tersebut, seharusnya berdasarkan pertimbangan yang matang

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Majalengka akan diberlakukan jalan satu arah oleh Satlantas Polres Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Telah diresmikannya Alun-alun Majalengka tidak membuat pekerjaan rumah pemerintah daerah selesai.

Selain harus mengambil kebijakan terkait adanya kerumunan di masa pandemi Covid-19, pemerintah juga harus melakukan berbagai upaya untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar area alun-alun.

Hal itu agar kendaraan yang melintas di kawasan tersebut tidak padat yang membuat semrawutnya arus lalu lintas.

Salah satunya, pemerintah telah memberlakukan jalan satu arah di sekitar alun-alun yang berada di Jalan Ahmad Yani.

Namun, tanggapan justru datang dari DPRD Majalengka terkait penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka, Fajar Sidiq menuturkan, penerapan rekayasa lalulintas tersebut, seharusnya berdasarkan pertimbangan yang matang.

Sehingga, bisa mengatasi semua permasalahan yang tengah terjadi.

Baca juga: Catat, Ada 4 Zona Pengetatan PPKM Mikro di Kabupaten Indramayu

Bahkan, dia menilai penerapan rekayasa itu diterapkan justru tanpa melihat dampak negatif yang ditimbulkan.

Maka, dampaknya terhadap tersendatnya roda perekonomian masyarakat sekitar.

"Semestinya kalau mau membuat kebijakan, semua stakeholder diajak bicara. Inikan bukan hanya sebatas memutus rantai penyebaran virus corona. Tapi bisa juga memutus mata pencaharian pedagang kecil," ujar Fajar, Jumat (19/2/2021).

Wakil Komisi II yang membawahi pertanian, perdagangan, ekonomi dan wisata ini menjelaskan, ketika kebijakan kurang tepat, maka akan menimbulkan permasalahan yang berkelanjutan dikemudian hari.

"Bukan hanya sebatas menutup akses jalur saja, kalau pedagang kecil tidak diperhatikan, mau seperti apa nasib mereka nanti?" ucapnya.

Baca juga: Polisi Bina Perajin Senapan Angin di Cipacing Agar Tidak Membuat Senpi Rakitan

Selain itu, politisi partai berlambang Kabah itu pun telah banyak mendapat masukan langsung dari masyarakat dengan dilakukannya rekayasa lalu lintas tersebut.

"Saya mendapat keluhan langsung dari para pedagang kaki lima dan juga pemilik toko, karena terjadinya kepadatan lalu lintas yang juga menurunnya pendapatan bagi mereka selama ini," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved