Breaking News:

Rumah Dekat Lokasi Longsor, Warga Terdampak Longsor Cilawu Siap jika Harus Direlokasi oleh Pemkab

Warga terdampak longsor di Kecamatan Cilawu menerima jika harus direlokasi ke tempat yang aman.

Istimewa / BPBD
longsor di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Garut Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga terdampak longsor di Kecamatan Cilawu menerima jika harus direlokasi ke tempat yang aman.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu pengungsi, Yani Suryani (34) ia menyebutkan setuju jika harus dipindahkan dari zona merah.

"Setuju sekali, karena memang rumah saya cukup dekat dengan ujung longsor dan saya tidak mau jika harus kembali ke rumah," katanya, Rabu (17/02/2021).

Yani mengatakan tidak hanya dirinya yang menjadi korban longsor, namun semua sanak saudaranya mengalami hal yang sama.

"Keluarga saya, Kakak, Nenek, bibi semuanya terdampak, karena memang rumahnya berdekatan sekali," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan pihaknya akan melakukan bedol desa jika ada kesepakatan dari warga setempat.

Saat ini pemkab Garut tengah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana.

Baca juga: Saat Pandemi Covid-19 2020, Ibu Hamil di Daerah Ini Capai 2.700 Orang, Peminat KB Menurun

Kaji Cepat Posko Penanggulangan Bencana BPBD, Deni Saepulrohman mengatakan hingga saat ini masih ada perguguran aktif di lokasi longsor.

"Dari tanggal 14 Februari guguran masih aktif, dibawah satu jam guguran itu bisa empat kali, apalagi jika kondisi hujan bisa lebih," katanya.

Deni menjelaskan dengan adanya pergerakan yang hingga kini masih terjadi, pihaknya melakukan zonasi.

"16 meter jarak dari titik longsor ke pemukiman kami masukan ke zona merah, dari 16 kali dua sampe 32 meter itu masuk zona kuning, dari 32 meter kesana itu zona hijau," ucapnya.

Baca juga: Pakai Narkoba, Kapolsek Astana Anyar Tidak Diamankan di Hotel, Berikut Kronologi Penangkapannya

Pantauan Tribunjabar di lokasi, saat ini ada 12 rumah yang berada tepat di bibir tebing longsoran.

Ada empat tempat pengungsian untuk menampung warga yang terimbas, yakni SD Karyamekar, Aula Desa Jayamekar, dan Madrasah Nurul Iman.

'Untuk sementara ini pengungsian kita bagi tiga titik, pengungsian sementara penambung barang-barang milik warga ditampung di Madrasah Nurul Iman, sementara jiwa nya di SD dan Aula Desa," kata Deni

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved