Breaking News:

Mulai Hari Ini, Calon Penumpang Kereta Api Wajib Puasa 30 Menit Sebelum ke Stasiun dan Test GeNose

Calon penumpang kereta api yang akan menempuh perjalanan jarak jauh dari Stasiun Bandung diharuskan "berpuasa" sebelum berangkat ke stasiun.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Manajer Humasda PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Kuswardoyo, mengatakan, calon penumpang kereta api yang akan menempuh perjalanan jarak jauh dari Stasiun Bandung diharuskan "berpuasa" sebelum berangkat ke stasiun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semua calon penumpang kereta api yang akan menempuh perjalanan jarak jauh dari Stasiun Bandung diharuskan "berpuasa" sebelum berangkat ke stasiun.

Keharusan itu berlaku mulai Senin (15/2) ini.

Para calon penumpang kereta jarak jauh "wajib berpuasa" menyusul dimulainya pemberlakuan penggunaan alat screening Gadjah Mada Elektronik Nose C19  atau GeNose C19), sebagai bagian dari syarat perjalanan penumpang kereta api jarak jauh di Tanah Air.

Baca juga: Tim Maung Galunggung Polresta Tasik tak Segan Dorong Mobil Mogok demi Pelayanan kepada Warga

Baca juga: Doa dan Harapan Abdul Aziz di Usianya yang Ke-27, Ingin Sukses Bersama Persib Bandung

Tak hanya harus "berpuasa", para calon penumpang juga diwajibkan untuk tidak menyantap makanan atau minuman yang memiliki bau menyengat.

Makanan dengan bau menyengat seperti durian dan petai dikhawatirkan akan mengganggu sensitivitas alat uji.

Stasiun Bandung menjadi stasiun ketiga yang dilengkapi alat screening Covid-19 buatan anak bangsa itu.

Sebelumnya, GeNose hanya ada di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta.

Manajer Humasda PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Kuswardoyo, mengatakan penerapan GeNose C19 merupakan implementasi dari SE Kemenhub Nomor 20 Tahun 2021, terkait syarat perjalanan bagi pengguna jasa kereta api jarak jauh.

Kuswardoyo
Kuswardoyo (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Menurut Kuswandoyo, selain menggunakan GeNose, para calon penumpang juga bisa menggunakan rapid test antigen atau tes usap PCR.

Para calon penumpang hanya akan diizinkan meneruskan perjalanan jika tesnya negatif Covid-19.

Meski tak ada keharusan bagi para calon penumpang untuk menggunakan GeNose, dari sisi ekonomis alat ini lebih menguntungkan para calon penumpang karena biayanya jauh lebih murah dari metode tes lainnya.

Para calon cukup mengeluarkan Rp 20 ribu untuk membeli kantong udara, sedangkan jika menjalani rapid test antigen biaya yang harus dikeluarhan lebih mahal.

Kuswardoyo mengatakan, di Stasiun Bandung layanan pemeriksaaan GeNose C19 berada di bagian utara, bersebelahan dengan fasilitas layanan kesehatan pemeriksaan rapid test antigen.

Baca juga: Tanah Labil, Rumah Kepala Desa di Pangandaran Longsor, Kerugian Puluhan Juta

Baca juga: Pembuat Gamelan Sunda Ini Tetap Berkarya, Bertahan Demi Keluarga, Pesanan Datang dari Dalang

"Jadi, calon pengguna jasa layanan kereta api yang telah memiliki kode booking tiket keberangkatan dapat mendatangi bagian utara dari Stasiun Bandung untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Para penumpang akan diarahkan oleh petugas untuk dapat memilih opsi untuk menggunakan layanan screening menggunakan GeNose atau rapid test antigen sebagai salah satu syarat perjalanan," ujarnya kepada Tribun melalui telepon, Minggu (14/2).

Setelah menentukan pilihan, kata Kuswardoyo, para penumpang akan diberi nomor pendaftaran dan semacam label stiker yang harus diisi nama, kode booking tiket keberangkatan, dan usia.

Calon penumpang yang memilih menggunakan GeNose C19 akan kembali diarahkan petugas ke loket berikutnya untuk membeli kantong udara GeNose.

"Setelah membeli kantong udara GeNose ini, mereka akan dipandu oleh para petugas pelayanan yang sudah dilatih khusus untuk menggunakan GeNose C19, untuk dapat meniupkan udara ketiga dari mulutnya ke dalam kantong tersebut."

"Kenapa harus embusan udara yang ketiga, karena udara itu diambil dari paru-paru dan inilah yang akan dites screening GeNose C19. Sedangkan, udara yang pertama dan kedua berasal dari rongga mulut akan dibuang," ujar Kuswardoyo.

Suasana Stasiun Kereta Api Bandung, Selasa (12/6/2018).
Suasana Stasiun Kereta Api Bandung, beberapa waktu lalu. (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

"Hasil tes akan diketahui sekitar tiga menit."

Kuswardoyo juga membenarkan keharusan "puasa" bagi para calon penumpang KA yang akan menjalani pemeriksaan menggunakan GeNose.

Namun, puasanya, ujar Kuswardoyo, tidak lama. "Tidak makan, minum, atau merokok, kecuali air putih, minimal selama 30 menit sebelum pengujian berlangsung," ujarnya.

Di Stasiun Bandung, ujarnya, ada tiga unit GeNose C19 yang bisa dipergunakan.

PT KAI Daop 2, ujarnya, juga telah menyediakan 12 ribu kantong udara GeNose.

"Jadi tidak perlu khawatir tidak kebagian, kami jamin semua calon penumpang dapat mendapatkan layanan pemeriksaan melalui GeNose C19 ini," ujarnya.

Seperti surat keterangan negatif dari hasil pemeriksaan antigen, masa berlaku surat keterangan negatif hasil pemeriksaan GeNose juga terbatas.

"Hanya 3x24 jam," ujarnya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved