Breaking News

Pengendara Moge yang Lolos dari Operasi Rapid Test dan Langgar Ganjil-Genap Sudah Bayar Denda

Netizen sempat dihebohkan dengan video rombongan pengendara motor gede atau moge di Kota Bogor.

Editor: Ravianto
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pengendara motor gede yang melanggar aturan ganjil genap di Kota Bogor tengah diproses. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id Bogor, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Netizen sempat dihebohkan dengan video rombongan pengendara motor gede atau moge di Kota Bogor.

Rombongan pengendara moge ini melanggar aturan ganjil genap di Kota Bogor.

Mereka memasuki wilayah Bogor di tanggal genap dan ada yang bernomor polisi ganjil.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Ada tiga pengendara moge yang diamankan.

Mereka kemudian diproses karena melanggar aturan ganjil genap yang diberlakukan saat PPKM di Kota Bogor.

Hasilnya, ketiga pengendara moge ini diberikan sanksi maksimal.

Mereka harus membayar denda Rp 250 ribu,

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan sanksi maksimal tersebut sudah dibayar oleh 3 pengendara moge tersebut.

Rombongan moge tidak mendapatkan pemeriksaan surat rapid antigen saat melintas menuju Puncak. (KOMPAS TV)
Rombongan moge tidak mendapatkan pemeriksaan surat rapid antigen saat melintas menuju Puncak. (KOMPAS TV) ()

 "Dikenakan denda maksimal sesuai aturan, sudah diselesaikan juga," kata Bima Arya.

 Bima juga menerangkan ada sejumlah pertimbangan 3 pengendara moge itu dikenakan sanksi maksimal.

"Kan kami melihat kondisinya, kalau warga tidak mampu kami melihat, tapi kan ini ada kemampuan untuk membayar seperti itu," kata Bima Arya.

Sementara itu satu dari tiga pengendara moge mengaku sudah membayar sanksi tersebut.

"Kami mohon maaf kami sebagai warga yang taat hukum dan juga sama ya kedudukannya di mata hukum kami sudah menjalankan sanksi diterapkan, kami sudah membayar sanksi," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved