Berawal 3 Positif, 1000 Santri Di Swab Test, Belum Ada Hasil, Puluhan Santri Alami Gejala Covid-19
Berawal 3 santri positif Covid-19, santri lainnya jalani swab test namun belum juga hasil keluar, puluhan santri alami gejala Covid-19
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Hasil swab test terhadap 1.000 santri pondok pesantren (pontren) di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, belum keluar.
Namun sekitar 30 santri dipontren tersebut kini mengalami gejala kehilangan penciuman.
Mereka kini dalam penanganan Dinkes.
Baca juga: Prospik Bisnis Menggiurkan, Peternak Lebah di Kampung Madu Banjaranyar Mulai Kembangkan Trigona
Baca juga: Penjual Kerang Digigit dan Diseret Buaya, Ternyata Begini Kondisi Muara yang Ada di Banten Ini
Baca juga: VIDEO-5 Warga Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso Bungbulang Garut, Ini Identitas Mereka
Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil swab test 1.000 santri.
"Dites di laboratorium Bandung dan hingga kini belum turun. Sementara saat ini terdeteksi ada sekitar 30 santri mengalami gejala kehilangan indra penciuman," kata Uus, Jumat (12/2).
Baca juga: Kronologi Detik-Detik 5 Pemuda Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso, Satu Orang Trauma, Seorang Hilang
Baca juga: Link Lowongan Kerja Februari 2021 di Otsuka, Ada 15 Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Baca juga: BARU SAJA Kebakaran Hanguskan Rumah di Pasir Kaliki, Satu Luka Bakar saat Coba Bantu Padamkan
Mereka kini menjalani isolasi mandiri di pontren, sambil menunggu hasil swab test, apakah mereka positif atau tidak.
Uus mengungkapkan, munculnya klaster baru pontren tersebut, berawal dari adanya tiga santri terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: Baru Hari Pertama Libur Panjang Imlek, 22 Orang di Daerah Ini Terkonfirmasi Positif Covid-19,
Baca juga: Tragedi Keluarga Gara-gara Warisan, Suami Istri Dibunuh Kepala Dusun dan Anaknya
Baca juga: Sanitary Landfill di TPA Pasir Bajing Garut Dibangun, Bisa Tampung Sampah 800 Ribu Ton
Untuk menghindari hal tak diinginkan, kegiatan pontren langsung ditutup.
Santri yang diketahui negatif disuruh pulang.
"Sementara yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri dipontren dengan pembatasan ketat," kata Uus.