Breaking News:

Sanitary Landfill di TPA Pasir Bajing Garut Dibangun, Bisa Tampung Sampah 800 Ribu Ton

DLHK Kabupaten Garut membangun sarana sanitary landfill di kawasan tempat pembuangan sampah TPA Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kepala DLHK Kabupaten Garut, Uu Saepudin 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Garut membangun sarana sanitary landfill di kawasan tempat pembuangan sampah TPA Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Sarana dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan dengan cara menumpuk ke lokasi yang cekung dengan memadatkannya kemudian ditutup dengan tanah.

Kepala DLHK Garut, Uu Saepudin, mengatakan, cara itu untuk menekan polusi yang ditimbulkan dari sampah tersebut.

"Sistem pengolahan sampah dengan sanitary landfill ini sangat efektif untuk menanggulangi masalah-masalah yang ditimbulkan, termasuk polusi," kata Uu Saepudin, Jumat (12/2/2021).

Dengan sistem tersebut nantinya tidak ada lagi cairan yang mengalir ke permukiman warga. Selain itu juga bebas asap karena sampah tidak akan dibakar.

Uu menjelaskan, sistem pengelolaan sampah dengan sanitary landfill ini belum sepenuhnya efektif karena belum adanya mesin pemilah sampah.

Baca juga: Long Weekend, Wisatawan yang Datang ke Kabupaten Bandung Tak Seperti Biasanya, Ini Kata Polisi

Baca juga: 2 Korban Selamat Masih Pingsan, 1 Sedang Dicari, 5 Pemuda Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso Garut

"Maka semua jenis sampah terpaksa dibuang ke sini tanpa terlebih dahulu melalui proses pemilahan," terang Uu.

Sanitary landfill ini dipasangi pipa-pipa berukuran besar untuk menyerap cairan yang dihasilkan dari sampah basah. Cairan tersebut kemudian dialirkan ke tempat pengolahan khusus yang nanti akan dibangun.

Lahan yang digunakan sistem tersebut memiliki kedalaman 10 meter dengan luas 80x100 meter.

Dengan luasan tersebut mampu menampung 800 ribu ton sampah.

"Hitungannya kalau rata-rata tiap hari ada 200 ton sampah yang dibuang ke sini, otomatis bisa menampung dalam jangka waktu dua tahun. Sedangkan jika sudah ada mesin pemilah, maka daya tampungnya akan lebih lama lagi," jelas Uu.

Warga Kampung Pasir Bajing menyambut baik pembangunan sanitary tersebut.

Baca juga: Sosok Sukanto Tanoto, Konglomerat Asal Indonesia yang Membeli Gedung di Jerman Rp 6 Triliun

Enjang Sunardi (47) mengharapkan dengan adanya pengolahan sampah tersebut tidak ada lagi air bah yang menerjang kebunnya saat hujan.

"Biasanya kalau hujan itu air dari TPA pasti terjang kebun milik warga, asap dari pembakaran juga cukup mengganggu. Semoga bisa atasi itu," katanya. (*)

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved