Breaking News:

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 Tumbuh 3,9 Persen, Ini 5 Hal yang Jadi Pertimbangannya

Ekonomi produk domestik bruto (PDB) 2021 diprediksi akan tumbuh sebesar 3,9 persen.

ISTIMEWA
Ilustrasi - Ekonomi produk domestik bruto (PDB) 2021 diprediksi akan tumbuh sebesar 3,9 persen. 

Di sisi penerimaan, Adiran mengatakan, APBN akan terkendala oleh kurangnya penerimaan pajak sebagai akibat dari belum pulih sepenuhnya kondisi perekonomian. 

Kendala sisi penerimaan dan keperluan untuk menjaga arus kas APBN berpotensi menghambat efektivitas dari rencana stimulus fiskal. 

"Observasi saya terhadap debt carrying capacity, dan semakin tingginya alokasi APBN untuk pos cicilan utang dan bunga, memberi indikasi bahwa opsi keseimbangan yang bersifat fiscally-neutral (saat pemerintah melakukan operasi pembiayaan likuiditas) tidaklah banyak," ujarnya.

Ia pun memandang defisit fiskal yang realistis bisa dicapai di tahun 2021 bukan 5,7 persen dari PDB, melainkan di rentang 5,2 persen hingga 5,4 persen dari PDB. 

Konsekuensi dari berkepanjangannya pandemi 2021, Adrian mengatakan tetap terkendalanya mobilitas faktor produksi dan akan menyebabkan eskpansi produksi belum terjadi secara signifikan.

Jika dilihat dari asumsi laju kecepatan vaksinasi di kisaran 200 ribu – 250 ribu pax per hari (ala Eropa atau Amerika Serikat), maka kata Adrian jumlah masyarakat Indonesia yang akan berhasil divaksinasi di 2021 kemungkinan besar hanya mencapai 40 persen hingga 50 persen dari target lebih dari 181 juta penduduk. 

Ucapan Imlek Bisa Dibagikan di Media Sosial Teruntuk Teman, sahabat, dan Keluarga

Perangkat Desa Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pelayanan Kantor Desa di Pangandaran Ditutup

"Artinya, prospek belum akan terbentuknya herd immunity berpotensi menyebabkan perusahaan belum berani menggenjot produksinya secara maksimal," ujarnya.

Faktor terakhir adalah pengurangan belanja modal (capex) selama tahun 2020 diperkirakan akan terus berlanjut di 2021. 

Rendahnya capex di 2020, berdampak pada turunnya angka potential output di 2021. 

"Belum terciptanya optimal mix antara capex swasta dan capex pemerintah di tahun 2021 berpotensi menurunkan potential output di tahun 2022," ujarnya. (*)

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved