Breaking News:

PSBB, PPKM, PSBM Sudah Diterapkan Tapi Kasus Covid-19 di Bandung Masih Bertambah

Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bandung sudah banyak membuat kebijakan mulai dari PSBB, PSBM, dan P[KM tapi kasus Covid-19 terus bertambah

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19- Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bandung sudah banyak membuat kebijakan mulai dari PSBB, PSBM, dan P[KM tapi kasus Covid-19 terus bertambah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bandung sudah banyak membuat kebijakan untuk mengurangi penularan virus corona. Bahkan, hampir dua pekan sekali selalu ada rapat terbatas untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.

Kenyataannya, hingga hari ini masyarakat yang terpapar Covid-19 masih ada dan jumlahnya terus bertambah.

Berdasarkan pusat data informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, kasus pasien aktif Minggu 31 Januari 2021 mencapai 1,526 kasus. Bertambah 96 kasus dari hari sebelumnya.

Biasanya Obati Orang, Kini Ujang Busthomi Disuntik Vaksin Covid-19, Meronta-ronta Kayak Bocah

Sedangkan kasus pasien yang terpapar Covid-19 di Kota Bandung secara kumulatif sudah mencapai 9.228 kasus. 7.515 diantaranya sudah sembuh dan 187 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyebut jika penularan Covid-19 yang terjadi hari ini merupakan dampak dari 10 hari sebelumnya.

Padahal, 10 hari bahkan 30 hari sebelumnya Pemerintah Kota Bandung sudah melakukan berbagai kebijakan dalam rangka menekan anga penularan mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Marco Panari Meninggal Mendadak Tanpa Indikasi Covid-19, Analisis Dokter karena Masalah Ini

"Kalau hari ini muncul angka, itu bukan berbicara hari ini, itu adalah hasil kajian pengamatan yang berlaku mungkin 10 hari lalu, penambahan itu tidak begitu hari ini dan hari ini muncul, ini bagian daripada proses yang terjadi selama kurun waktu sekian karena ada standar dari keilmuan epidemiolog, seperti itu," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Senin (1/2/2021).

Saat ini, kata Ema, positif rate atau penularan di Kota Bandung masih diangka 19.97 persen yang artinya masih terjadi penularan yang relatif tinggi setiap harinya.

"Transmisi di Bandung masih terjadi percepatan, hal yang paling efektif menurut saya kurangi mobilitas, kita mencoba sekarang penutupan jalan masih berlaku walaupun dilaksanakan di malam hari, kalau memang kasusnya terus meningkat, walau itu sangat tidak kita harapkan, bisa saja kebijakannya penutupan jalan akan dilakukan dengan waktu yang lebih dipercepat, bisa saja," katanya.

Rekam Video dan Ucapkan Kita Cegah Covid-19 dengan Bakar Masker, Siswi SMA Ditangkap Polisi

Setiap kebijakan yang dibuat pemerintah Kota Bandung, kata Ema, harus memperhitungkan dampak terhadap berbagai sektor, terutama ekonomi.

"Kita harus memperhitungkan aspek lain, terutama aspek ekonomi yang selama ini banyak terganggu dengan berbagai pembatasan," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved