Breaking News:

Waspada Ancaman Rabun Jauh Pada Mata, Kasus Meningkat Saat Pandemi Covid-19, Banyak Bermain Gadget

Dengan adanya bekerja dari rumah dan sekolah daring serta bermain gadget intensitas dalam menatap layar ponsel lebih sering selama pandemi

ilustrasi anak main gadget- Dengan adanya bekerja dari rumah dan sekolah daring serta bermain gadget intensitas dalam menatap layar ponsel lebih sering selama pandemi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 merubah gaya hidup setiap orang. Segala aktivitas hampir berubah seperti pelajar tidak lagi bisa sekolah tatap muka, karyawan bergantian work from home, serta perubahan dalam aktivitas sehari-hari lainnya.

Dampak dari Covid-19 ini pada anak-anak maupun orang dewasa diantaranya adalah lebih banyak menghabiskan waktu di rumah namun memilih banyak menghabiskan waktu di depan gadget, komputer ataupun laptop, termasuk televisi.

Keterbatasan aktivitas di luar rumah membuat orang lebih memilih memanfaatkan gadget dan lain-lain untuk sekedar hiburan.

Baca juga: Keterisian Rumah Sakit di Jabar Turun, 6 Daerah Status Zona Merah, Kasus Covid-19 Masih Tinggi

Pelajar selain untuk belajar online, cukup banyak yang memanfaatkan gadget untuk main game atau sekedar bermedos ria.

Kondisi ini tentu memiliki dampak tersendiri yakni pada kesehatan mata.

Dilansir dari Kompas.Com, penguncian akibat virus corona memaksa semua orang untuk lebih banyak tinggal di rumah.

Dengan adanya bekerja dari rumah dan sekolah daring, intensitas kita dalam menatap layar ponsel lebih sering selama pandemi.

Ini berarti bahwa mata kita terus-menerus terfokus pada obyek dalam jarak dekat dan semakin berkurang waktu untuk melihat ke kejauhan.

Studi terbaru dari Belanda dan China menunjukkan, pembatasan Covid-19 membuat jumlah penderita miopia atau rabun jarak jauh meningkat secara dramatis, seperti dikutip dari DW, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Para Pemikul Peti Jenazah Covid-19 di Cikadut Akan Diangkat Jadi Pekerja Lepas Harian

Data lebih dari 120.000 anak di China menampilkan anak-anak berusia antara enam dan delapan tahun memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk menderita miopia pada 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved