Senin, 4 Mei 2026

Bisnis Pikul Peti Jenazah Covid 19

Para Pemikul Peti Jenazah Covid-19 di Cikadut Akan Diangkat Jadi Pekerja Lepas Harian

"Tapi itu nanti saya laporkan dulu, karena itu kebijakan pimpinan," ujar Tadjudin, di TPU Cikadut, kemarin.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) membuka wacana untuk mempekerjakan para pemuda yang selama ini menjadi tukang pikul jenazah Covid-19 di permakaman khusus Covid-19 di Tempat Permakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung, sebagai pekerja harian lepas.

Wacana itu diungkapkan Sekretaris Distaru Kota Bandung, Tadjudin Sastrawinata, usai menggelar pertemuan dengan para pemikul jenazah itu di TPU Cikadut, Senin (25/1).

"Tapi itu nanti saya laporkan dulu, karena itu kebijakan pimpinan," ujar Tadjudin, di TPU Cikadut, kemarin.

Tadjudin mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah PHL yang akan diangkat dan kapan hal itu akan dilakukan.

"Selama ini karena keterbatasan dana memang hanya ada beberapa PHL yang bertugas di sini. Akan kami laporkan dulu, apakah akan ditambah atau seperti apa, terutama untuk penduduk asli di sini," ujarnya.

Puluhan pemuda di sekitar TPU Cikadut menjadi tukang pikul peti berisi jasad pasien yang meninggal karena terpapar atau diduga terpapar Covid-19, sejak lahan pemakaman khusus itu dibuka, April 2020 lalu.

Mereka bertugas menurunkan peti berisi jasad dari ambulans kemudian memikulnya hingga ke liang lahat.

Baca juga: BEJAT, Demi Uang Rp 22 Ribu Seorang Wanita Berbuat Tak Senonoh di Halte, Perekam: Pak, di Hotel Saja

Baca juga: UPDATE Anak Gugat Orangtua Rp 3 Miliar, Ini Detik-detik Kakek Koswara Diteriaki Kata Kasar 2 Pria

Para pemikul jenazah ini menyebut diri mereka sebagai Tim Jasa Pikul Covid 19.

Meski pemakaman dengan protokol Covid di lokasi khusus di TPU Cikadut ini sepenuhnya gratis, pengangkutan jasad dari titik parkir ambulans ke liang lahat sepenuhnya diserahkan pada keluarga jenazah.

Kondisi inilah, yang menurut Fajar Ifana (40), koordinator tim jasa pikul jenazah di TPU Cikadut, membuat para pemuda di sekitar TPU tergerak untuk membantu.

Termasuk dirinya, kata Fajar, ada 36 pemuda yang terlibat dalam kegiatan ini.

"Siang, malam, dini hari, hujan, panas, terik, kalau ada jenazah diantar ambulans, kami pikul, kami antar ke liang lahat. Kalau enggak gitu, siapa yang mau angkut? Kami sudah sedia APD, pakai baju hazmat kalau memikul peti, sudah aturannya begitu," ucap pria yang juga kerap disapa dengan nama Afak ini (Tribun Jabar, Senin 25/1).

Fajar juga mengatakan, tak pernah mematok biaya untuk jasa pikul jenazah Covid-19 ini.

Jika ada ahli waris dari yang meninggal datang dan minta bantuan angkut peti, kata Fajar, ia akan tanya dari rumah sakit mana, alamat di mana.

"Mereka biasanya lalu tanya berapa imbalannya, kami jawab silakan saja berapa, tidak kami tarif. Mereka nanya lagi, biasanya dikasih berapa, kami jawab kadang ada yang kasih Rp 2 juta kadang Rp 1,5 juta. Bahkan kurang dari segitu juga pernah," kata Fajar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved