Breaking News:

Sarjana Pendidikan Pendamping PKH Tilap Duit Bantuan Belasan Warga Miskin, Rp 107 Juta Tak Dibagikan

Alhasil, setiap pencairan antara Rp 200-300 ribu dari pemerintah pusat langsung diembat tersangka sampai habis.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Kapolres Cianjur mengungkap tindak pidana korupsi seorang warga Cianjur yang menggelapkan uang warga miskin bantuan program keluarga harapan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seorang pendamping PKH lulusan sarjana pendidikan menggelapkan 17 kartu ATM warga miskin penerima bantuan sosial keluarga sejahtera selama dua tahun.

Pria yang berinisial PI S.Pd (33) ini tidak memberikan uang kepada 17 warga miskin pemegang kartu pra sejahtera. Tersangka memiliki PIN dari 17 ATM warga miskin.

Alhasil, setiap pencairan antara Rp 200-300 ribu dari pemerintah pusat langsung diembat tersangka sampai habis.

Kapolres Cianjur AKBP M Rifai mengatakan, akal bulus tersangka mengelabui belasan keluarga miskin terungkap setelah pemegang kartu ATM dan kartu pra sejahtera melakukan laporan kepada pihak kepolisian

"Tersangka ini selama dua tahun menggelapkan 17 ATM milik keluarga harapan, nilai kerugian sekitar Rp 107 juta lebih," ujar Kapolres saat melakukan rilis di Mapolres Cianjur Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Selasa (26/1/2021).

Kapolres mengatakan, tersangka bukan memotong lagi tapi langsung mengambil habis uang milik belasan warga miskin.

Baca juga: Penggali Makam untuk Jenazah Korban Covid-19 Unjuk Rasa Mengaku Belum Dibayar, Ini Permasalahannya

"Langsung diambil semua, besarannya bervariasi antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu," katanya

Kapolres mengatakan, tersangka yang tercatat sebagai warga Kecamatan Sindangbarang ini sudah melakukan skenario dengan matang untuk mengelabui belasan warga miskin.

"ATM tak diberikan kepada penerima, 17 KPM akhirnya menanyakan kepada pemerintah terkait pencarian, oleh pemerintah sudah dicairkan, ternyata belum diberikan oleh tersangka dari 2020," katanya.

Pria sarjana pendidikan ini terancam pasal korupsi di antaranya Pasal 8 UU no 7 tahun 1999 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: Kabar Gembira! MasterChef Indonesia Season 8 Buka Audisi Online, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

Baca juga: Usai Teriak Bangsat, Deden yang Gugat Orang Tua Rp 3 M Muncul, Minta Maaf dan Siap Sujud ke Koswara

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved