Breaking News:

Penggali Makam untuk Jenazah Korban Covid-19 Unjuk Rasa Mengaku Belum Dibayar, Ini Permasalahannya

Seperti diketahui, setiap pasien Covid-19 yang meninggal dunia harus dimakamkan maksimal empat jam setelahnya.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas sedang memakamkan jenazah Covid di TPU Jombang, Jombang, Tanggerang Selatan, Selasa (19/1/2021). Sejumlah petugas gali makam di TPU Jombang berunjuk rasa dengan membuat poster bahwa mereka belum dibayar. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Peran penggali makam jadi bagian dari garda penanggulangan Covid-19. 

Mereka harus siaga 24 jam untuk memakamkan jenazah yang dinyatakan meninggal karena paparan Covid-19.

Seperti diketahui, setiap pasien Covid-19 yang meninggal dunia harus dimakamkan maksimal empat jam setelahnya.

Baca juga: EKSKLUSIF Mantan Ajudan Presiden Sukarno Bicara Jokowi yang Dia Kenal Sejak Jadi Wali Kota, Berubah?

Baca juga: UPDATE Anak Gugat Orangtua Rp 3 Miliar, Ini Detik-detik Kakek Koswara Diteriaki Kata Kasar 2 Pria

Pelanggar protokol kesehatan mendapat sanksi sosial berupa dibawa berziarah ke TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (18/1/2021). TPU Jombang dipilih sebagai pemakaman khusus korban Covid-19.
Pelanggar protokol kesehatan mendapat sanksi sosial berupa dibawa berziarah ke TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (18/1/2021). TPU Jombang dipilih sebagai pemakaman khusus korban Covid-19. (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Kendati demikian, para penggali diupah cukup tinggi. 

Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang,Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) yang khusus memakamkan jenazah korban Covid-19, para penggali diupah Rp 1 juta setiap kali memakamkan jenazah.

Satu lubang pemakaman, digarap oleh lima penggali. 

"Dianggarkan 1 juta untuk satu lubang. Satu lubang biasanya lima orang," ujar Kasi Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Nazmudin, di TPU Jombang, Senin (25/1/2021).

Di TPU Jombang, terdapat 10 penggali yang bekerja bergantian. 

"Ya jumlah keseluruhan kita 10 orang yang aktif," kata Nazmudin.

Namun, Nazmudin mengungkapkan, pembayaran upah penggali tidak selalu lancar.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved