Banjir di Sukabumi
Kondisi Terkini Banjir di Simpenan Sukabumi, Air Merendam Rumah dan Sekolah
Banjir yang melanda Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin malam, mulai surut.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Banjir yang menerjang Kampung Citamiang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah mulai surut, Senin (25/1/2021) malam.
Informasi yang diperoleh Tribunjabar.id, banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Yayan Bastiar mengatakan, banjir merendam rumah dan sebuah sekolah PAUD.
Baca juga: Kronologi Bapak yang Digugat Anaknya Rp 3 M Dicaci-maki & Diancam, Bermula Saat ke Warung Sang Anak
Baca juga: Perjuangan Pria Tua di Bandung, Jualan Keripik Keliling, Pakai Tongkat, Kaki Pincang Jalan Tertatih
"Hujan deras menyebabkan banjir, sehingga mengakibatkan 3 rumah dan 1 unit Sekolah Paud terendam," kata Yayan dalam keterangannya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Yayan menamabhkan, korban terdampak banjir sudah dievakuasi ke masjid di sekitar kampung tersebut, serta kondisi air banjir sudah surut.
"Kondisi terakhir pada pukul 22.30 WIB, air sudah surut dan korban terdampak sementara mengungsi di masjid," ujarnya.
Salah seorang warga, Irpan (41), mengatakan, pagar rumahnya rusak oleh banjir. Banjir masuk ke rumahnya setinggi sekitar tiga meter.
"Hancur rumah saya gerbang depannya. Lantai satu rusak semuanya, untungnya tiang kuat, jadi lantai dua aman alhamdulillah. Semua komputer hancur, sekitar 10 hancur. Terus mobil untung keburu bisa kebawa keluar," ujarnya via telepon.
Bahkan, ia mengatakan, istrinya sempat tenggelam di dapur saat banjir masuk ke dalam rumahnya.
Beruntung istrinya berhasil diselamatkan.
"Terus istri saya di dapur sempat tenggelam. Di dapur satu semeter setengah, beruntung keburu dievakuasi. Sekarang semuanya dievakuasi di masjid. Rumah saya, rumah ade saya dua kena banjir," ucapnya.
Ia menjelaskan, banjir tersebut akibat luapan sungai kecil yang tidak jauh dari rumahnya, serta air yang turun dari jalan raya, karena posisi rumahnya berada di pinggir jalan raya.
"Sungai kecil mampet, biasanya enggak seperti itu, jadi gerbang rumah itu dan pinggir itu hancur jebol oleh air bukan dari sungai, tapi air dari jalan masuk ke rumah, untung pintu depan dibobol sehingga air lepas ke depan. Seumur hidup saya dari tahun 80 di sini baru terjadi," ucapnya.
Saat ini, banjir di yang masuk ke rumahnya sudah mulai surut. Ketinggian air berkurang sekitar dua meter.
"Barusan disedot air asalnya 3 meter sekarang tinggal satu meter," ucapnya.
Baca juga: Antisipasi Sesar Lembang Menggeliat dan Picu Gempa Bumi, BPBD KBB Lakukan Hal Ini
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Tegaskan Belum Ada Anggaran untuk Honor Petugas Angkut Jenazah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/paud-terendam-banjir-simpenan-sukabumi.jpg)