Virus Corona di Jabar
UPDATE COVID-19 di Bandung, Pasien Covid-19 di Bandung Lambat Sembuh
Namun, penurunan angka kematian itu tidak berbanding lurus dengan angka kesembuhan yang saat ini justru mengalami penurunan menjadi 76,40 persen.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka kasus positif Covid-19 di Kota Bandung masih terus melonjak.
Kabar baiknya, angka kematian akibat Covid-19 masih di bawah persentase nasional.
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, presentase kematian di Kota Bandung menurun hingga level 2.19 persen.
Baca juga: Sama Seperti Kakek Koswara, Nenek 78 Tahun Ini Juga Digugat Anaknya Karena Harta Warisan
Baca juga: VIRAL Warga Bikin 11 Polisi Tidur Berderet-deret Gara-gara Kesal Banyak yang Ngebut
Baca juga: Viral di WhatsApp Bayi 4 Bulan DICEKOKI Minuman Keras oleh Paman karena Rewel, Ganggu Pesta Miras
"Angka ini masih di bawah level nasional," ujar Oded, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/1).
Hingga saat ini, kata dia, ada 168 orang yang meninggal dunia dengan status terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandung, terjadi penambahan sembilan kasus sejak sepekan terakhir.
Namun, penurunan angka kematian itu tidak berbanding lurus dengan angka kesembuhan yang saat ini justru mengalami penurunan menjadi 76,40 persen.
Padahal, pada awal bulan angka kesembuhan masih sekitar 87 persen.
Menurut Oded, menurunnya angka kesembuhan itu diakibatkan oleh banyaknya penambahan kasus positif Covid-19 yang diiringi dengan gejala.
"Meningkatnya jumlah kasus konfirmasi positif yang memiliki gejala sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyembuhannya," katanya.
Satgas penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat, sekalipun pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional selama dua pekan, angka penularan Covid-19 di Kota Bandung masih relatif tinggi.
Hingga kemarin, sebanyak 7.654 orang di Kota Bandung terpapar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.638 kasus masih menjalani isolasi.
Kasus positif aktif ini bertambah 931 kasus dalam 10 hari terakhir, terhitung 11 Januari-21 Januari.
Oded mengatakan, meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bandung ini disebabkan sejumlah faktor seperti kedisiplinan masyarakat yang menurun, dampak dari aktivitas sosial masyarakat, dan penyebaran Covid-19 di klaster-klaster perkantoran.
"Kemudian karena pengetesan dan pelacakan Covid-19 yang masif dilakukan di berbagai tempat," ucapnya.
PSBB Diperpanjang sampai 8 Februari 2021
Untuk menekan angka penularan, Pemkot Bandung berencana memperpanjang penerapan PSBB proporsional ini dari 26 Januari hingga 8 Februari 2021.
Perpanjangan PSBB proporsional ini, kata Oded diputuskan dalam rapat terbatas (ratas) yang dilakukan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda).
Dalam perpanjangan PDBB nanti, ada sejumlah pasal di Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 1 tahun 2021 tentang PSBB proporsional yang direvisi.
Dalam PSBB proporsional lanjutan juga akan dilakukan perluasan area buka-tutup jalan untuk membatasi mobilitas masyarakat.
Namun, Oded tidak memerinci jalan mana saja yang akan dibuka-tutup selama PSBB proporsional lanjutan.
"Pembubaran kerumunan juga akan kami lakukan lebih masif lagi," kata Oded.
Ia pun meminta satuan tugas dan aparat di kewilayan untuk terus lebih ketat dalam melakukan pengawasan.
"Jangan sampai kendor. Penindakan pada para pelanggar jam operasional harus terus ditingkatkan," ucapnya.
Pada PSBB lanjutan nanti, jam operasional bagi mal, pusat perbelanjaan dan kafe yang semula boleh buka hingga pukul 19.00 menjadi boleh hingga pukul 20:00 WIB.
Meski waktu buka mal, pusat perbelanjaan, dan kafe diperpanjang, Oded memastikan bakal melakukan pengawasan protokol kesehatan dengan lebih ketat.
"Tadi (ratas terbatas) agak alot, satu sisi kami lihat tren Covid-19 naik, tapi di sisi lain ada kebijakan dari pusat. Akhirnya kami sepakat kepada pusat tapi dengan catatan secara substansi kami akan diperketat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelepasan-19-pasien-covid-19-yang-sudah-sembuh-total.jpg)