Breaking News:

Harga Daging Sapi Naik Ditingkat Pengepul, Pedagang di Kabupaten Bandung Pilih Pangkas Laba

Kenaikan harga daging sapi tidak membuat pedagang di kabupaten bandung menaikkan harga tapi memilih pangkas laba

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pedagang daging sapi di pasar.Kenaikan harga daging sapi tidak membuat pedagang di kabupaten bandung menaikkan harga tapi memilih pangkas laba 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kenaikan harga daging sapi di pasaran, ternyata tak mempengaruhi, jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Baleendah, Kabupaten Bandung.

Menurut Kepala UPTD RPH Kabupaten Bandung, Cecep Hendrayadi, jumlah hewan yang dipotong di RPH stabil seperti biasanya.

Baca juga: Perkara Warisan, Nenek 87 Tahun Digugat Anak Kandung, Berseteru saat Mediasi: Durhaka, Durhaka

"Tak ada penurunan jumlah potong, dari awal tahun 2021, perharinya ada 16 ekor hingga 21 ekor sapi di potong di sini. Tapi jika dirata-ratakan di sini, memotong 19 ekor sapi per harinya," kata Cecep, saat ditemui di RPH Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (22/1/2021).

Cecep mengaku, dengan kenaikan itu memang sempat kaget, adanya informasi di media sosial, dari Asosiasi Pedagang Dading Indonesia (APDI) pusat di Jakarta akan mogok berjualan.

Baca juga: Vaksinasi Jalan tapi Satgas Covid-19 Jabar Minta Warga Lakukan Ini Agar Tidak Terkena Corona

"Tapi saat saya tanya ke pengepul dan pedagang, gimana katanya akan ada mogok jualan, mereka menjawab, di sini mah biasa aja dagang tak pengaruh," ujar Cecep.

Cecep mengaku, mendengar jawaban itu, para pengepul dan pedagang  bersyukur. 

"Mungkin yang di sini beda organisasi, dengar-dengar yang mogok jualan daging sapi hanya di Pasar Ciroyom (Kota Bandung) saja," ucap dia.

Baca juga: Baru Seminggu Suntik Vaksin, Bupati Sleman Positif Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Cecep mengatakan, kenaikan harga daging tersebut, beriringan dengan kenaikan nilai tukar dolar.

"Memang naik awalnya harga sapi impor, berat hidup satu kilo gramnya Rp 43- Rp 44 ribu, sekarang jadi mulai Rp 48,5- 51 ribu. Dari berat hidup ke karkas tentu ada penyusutan, biasanya menjadi 45, 46, 47 persennya," ujarnya.

Cecep mengatakan, dengan kenaikan harga berat hidup tersebut, mendorong kenaikan harga di karkas atau daging tulang dari pengepul ke pedagang, menjadi Rp 94 ribu, sehingga saat dijual dipasaran pun menjadi naik.

Baca juga: PAMAN ENGGAK ADA AHLAK, Bayi 4 Bulan Dicekoki Minuman Keras Gara-gara Nangis, Ini Kondisi Sang Bayi

"Namun, dari informasi di pasar-pasar Kabupaten Bandung, kebanyakan tak menaikan harga, lebih memilih mengurangi laba mereka," tuturnya.

Hal tersebut, kata, Hendra melihat daya beli masyarakatnya. Menurutnya di pasaran harga daging sapi gandik, sekitar Rp 120 ribu.

"Jadi kan sekarang daya beli masyarakat lagi kurang, makanya para pedagang milih mangkas laba, supaya barangnya laku," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved