KPU Tak Bisa Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Terpilih Hari Ini, Ada Persoalan Mendasar

KPU Cianjur tak jadi menetapkan pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rustiman, Komisioner KPU Cianjur Divisi Humas dan Sosialisasi  

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur tak jadi menetapkan pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

Penetapan itu sebelumnya dijadwalkan pada Rabu (20/1/2021).

Penetapan akan dijadwalkan ulang karena KPU Cianjur belum menerima surat resmi dari Mahkamah Konstitusi terkait pemberitahuan registrasi perkara di Mahkamah Konstitusi.

Semula, acara penetapan akan dilakukan Gino Feruci Hotel Jalan KH Abdulah Bin Nuh pukul 09.00 WIB.

"Rencana rapat pleno penetapan calon terpilih awalnya akan dilaksanakan hari ini. Dikarenakan belum keluarnya surat resmi dari MK ke KPU RI terkait pemberitahuan registrasi perkara di MK, sehingga surat edaran dari KPU RI belum bisa keluar. Hal tersebut yang menjadikan agenda penetapan bupati dan wakil bupati terpilih dijadwal ulang," ujar Komisioner KPU Cianjur Rustiman, di Cianjur, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Dokter Tak Bisa Pantau Pasien Covid yang Jalani Isolasi Mandiri Setiap Saat, Kadis: Berat

Baca juga: BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Jika Terjadi Bencana, Dana Rp 10 M Standby

Rustiman mengatakan, sebelumnya KPU Cianjur telah melaksanakan agenda pleno penetapan suara hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur 2020.

Pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin ditetapkan dalam pleno sebagai peraih suara terbanyak.

Seperti diketahui, Herman Suherman merupakan pertahana yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Bupati Cianjur.

Pasangannya, Tb Mulyana Syahrudin merupakan pucuk pimpinan Partai Golkar di Cianjur.

Selain ketua partai, Tb Mulyana juga dikenal sebagai pengusaha kontraktor.

Baca juga: Sriwijaya Air Berikan Santunan kepada Keluarga Korban, Ini Besarannya, dari Jasa Raharja Rp 50 Juta

Pasangan ini diusung oleh koalisi partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Nasdem, dan Partai Amanat Nasional.

Pasangan ini mengusung visi dan program 1.000 kilometer jalan beton, penciptaan lapangan usaha mikro kecil menengah, pembangunan pesantren, dan peningkatan IPM. (fam)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved