Breaking News:

BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Jika Terjadi Bencana, Dana Rp 10 M Standby

Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung menjadi titik rawan bencana di musim penghujan. Sebab, banyak perbukitan, pegunungan, hingga cekungan.

lutfi ahmad mauludin/tribun jabar
Banjir merendam kawasan Kampung Popojok, Desa Haurpugur, Kecamatan Rabcaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2021) malam. Rabu (13/1/2021) ketinggian banjir tinggal 20 cm sampai 50 cm. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung menjadi titik rawan bencana di musim penghujan. Sebab, banyak perbukitan, pegunungan, hingga cekungan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, bencana kali ini relatif bisa diprediksi.

"Kalau musim hujan ini kan (rawan) banjir, longsor. Kalau musim penghujan itu prediksi dan tempat mana saja (rawan bencana) kami sudah prediksi," kata Tisna di Kompleks Pemda Kabupaten Bandung di Soreang, Rabu (20/1/2021).

Tisna menjelaskan, seperti ketika Pilkada Bandung 2020, pihaknya sudah memprediksi TPS mana yang harus pindah kalau banjir. Itu sudah dipetakan.

"Kalau Desember belum masuk puncaknya musim penghujan, tapi masuk Januari dan Februari ini memang puncaknya hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan kami, insy Allah kami sudah siap," kata Tisna.

Baca juga: Sriwijaya Air Berikan Santunan kepada Keluarga Korban, Ini Besarannya, dari Jasa Raharja Rp 50 Juta

Baca juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Komjen Listyo Jadi Kapolri, Moeldoko: Jangan Diartikan Macam-macam

Tisna mengungkapkan, dalam artian karena dari pengalaman, banjir itu tidak dadakan.

"Terkait dapur umum, tempat pengungsian, fasilitas, peralatan, relatif. Insya Allah siap. Mudah-mudahan tidak terjadi (bencana)," katanya.

Tapi, menurut Tisna, dari kesiapsiagaan di kabupaten, kecamatan, desa, di tempat yang sering terjadi bencana sudah relatif terkondisikan.

Baca juga: Tak Ada Wilayah Risiko Bencana Rendah di Jawa Barat, 14 Daerah Berisiko Tinggi

"Dana on call untuk khusus bencananya (2021) sekitar Rp 10 M. Itu di luar untuk (penanggulangan) Covid-19 dan vaksin. Di biaya tidak terduga ini, ada bencana alam dan non-alam," ucapnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved