Breaking News:

Dokter Tak Bisa Pantau Pasien Covid yang Jalani Isolasi Mandiri Setiap Saat, Kadis: Berat

Pasien yang terpapar Covid-19 dan memilih isolasi mandiri di Kabupaten Bandung, tetap dipantau.

Tribun Jabar/Lutfi AM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasien yang terpapar Covid-19 dan memilih isolasi mandiri di Kabupaten Bandung, tetap dipantau. Namun, dokter tak akan mendatanginya setiap saat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana, mengungkapkan, akan sangat berat kalau dokter harus berkunjung setiap saat.

"Kalau sampai dokter kunjung berat, tenaganya enggak ada. Tapi tetap komunikasi (dengan tenaga medis)," ujar Grace di Kompleks Pemda Bandung yang ada di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/1/2021).

Grace memparkan, kalau sudah ketahuan positif Covid-19 pasti dikasih obat. Selanjutnya diminta nomor handphone-nya.

"Komunikasi dalam arti, kalau ada keluhan, bisar cepat kami respons mencarikan tempat dirawatnya," kata Grace.

Baca juga: BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Jika Terjadi Bencana, Dana Rp 10 M Standby

Baca juga: Sriwijaya Air Berikan Santunan kepada Keluarga Korban, Ini Besarannya, dari Jasa Raharja Rp 50 Juta

Grace mengatakan, pemantauan tidak bisa dilaksanakan secara langsung, kecuali yang di tempat isolasi dan di rumah sakit. 

"Jadi kalau yang tanpa gejala komunikasinya pasti enggak setiap saat dikunjungi, sempat lah satu hari atau saat dalam masa isolasi kalau anu (darurat) banget dikunjungi," tuturnya.

Baca juga: BPBD Kabupaten Bandung Siap Siaga Jika Terjadi Bencana, Dana Rp 10 M Standby

Baca juga: Sriwijaya Air Berikan Santunan kepada Keluarga Korban, Ini Besarannya, dari Jasa Raharja Rp 50 Juta

Menurut Grace, lama isolasi menurut teori yang ada adalah 14 hari.

Sekarang, kata dia, pemerintah sudah membuat skema, keluhan terkonfirmasi ada gejala, tidak ada keluhan isolasi mandiri selama14 hari.

"Ketika sudah tidak ada keluhan, ya sudah, karena menurut teori setelah selama 14 hari itu sudah tak ada potensi menularkan," katanya.

Virus datang dan pergi sendiri tergantung daya tahan tubuh.

Baca juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Komjen Listyo Jadi Kapolri, Moeldoko: Jangan Diartikan Macam-macam

"Kalau daya tahan tubuh kita kuat melawan virus itu, pada fase penularan yang tinggi adalah pada fase ketika seminggu ke bawah," ujar Grace.

Makanya, setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 tanpa gejala, maka bisa dilepas.

"Tapi tetap terapkan protokol kesehatan, pakai masker, jangan euforia. Tapi tercatat dia sudah terkonfirmasi," katanya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved