Kamis, 11 Juni 2026

Rekonstruksi Gunung Padang Cianjur Dimulai, Dedi Mulyadi Bicara Soal Sejarah dan Peradaban Leluhur

Dimulainya rekonstruksi ini menjadi bentuk konkret dari impian panjang yang selama ini hanya menjadi wacana.

Tayang:
Diskominfo Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi membuka tahapan rekonstruksi Situs Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, pada Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan dimulainya rekonstruksi Situs Gunung Padang di Cianjur sebagai bentuk komitmen pelestarian cagar budaya bersejarah. 
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan bersinergi dengan pemerintah pusat dan Kabupaten Cianjur melalui dukungan pendanaan bersama. 
  • Rekonstruksi ini diharapkan memperdalam pemahaman sejarah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Gunung Padang.

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi membuka tahapan rekonstruksi Situs Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, pada Senin (15/12/2025).

Momen peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya kembali upaya penataan situs bersejarah yang selama ini menjadi perhatian kalangan pemerhati sejarah dan budaya serta masyarakat luas.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga serta merawat cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyampaikan harapannya agar seluruh proses rekonstruksi Situs Gunung Padang dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai rencana.

Ia juga mengingatkan bahwa negara memiliki kewajiban besar, terutama melalui pemerintah daerah, untuk memastikan ketersediaan anggaran yang dibutuhkan.

"Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah. Biaya harus tersedia, kalaupun tidak tersedia harus disediakan," tegas KDM.

Menurut KDM, dimulainya rekonstruksi ini menjadi bentuk konkret dari impian panjang yang selama ini hanya menjadi wacana. Ia menegaskan bahwa pelestarian Gunung Padang tidak boleh berhenti sebagai narasi yang selalu diulang setiap terjadi pergantian kepemimpinan.

"Semoga hari ini bisa terwujud. Kita tidak lagi bicara mana kewenangan Kementerian Kebudayaan, mana kewenangan Pemerintah Provinsi, mana kewenangan Kabupaten. Seluruhnya adalah hak dan kewajiban kita untuk memelihara. Yang membedakan hanya nomenklatur pembiayaan saja," jelasnya.

Lebih lanjut, KDM menyatakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat siap menyatukan langkah dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam proses rekonstruksi tersebut.

Kolaborasi pendanaan yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten Cianjur diyakini mampu mendukung upaya pelestarian situs bersejarah ini secara berkelanjutan.

"Saya ucapkan terima kasih, rekonstruksi Gunung Padang dikawitan (dimulai)," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, KDM juga menguraikan makna filosofis yang terkandung dalam penamaan Gunung Padang. Ia menilai situs tersebut merupakan bukti nyata peradaban leluhur yang membangun ruang untuk memandang alam secara luas dan menyeluruh.

"Gunung itu artinya adalah puncak tertinggi dari sebuah peradaban. Padang itu artinya alam yang luas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan rekonstruksi, terlebih setelah Gunung Padang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved