2021 Baru 17 Hari, Ini 8 Bencana Alam Besar yang Terjadi di Awal Tahun, dari Banjir sampai Gempa
Berikut sebagian kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Tim gabungan terus bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BNPB dalam hal ini juga telah menyalurkan bantuan terhadap Tujuh Kabupaten yang terdampak bencana banjir.
7. Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru di Jawa Timur dalam level II atau Waspada, menyusul terjadinya Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh kurang lebih 4 kilometer dan disertai guguran lava dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jonggring Seleko ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu (16/1/2022) pukul 17.24 WIB.
"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya nya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level II atau Waspada," jelas PVMBG dalam keterangan resmi.
Baca juga: 65 Santri Sedang Salat saat Bangunan Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Luka-luka
Sementara itu, berdasarkan hasil rekaman gempa APG tercatat dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 4.287 detik. Dalam hal ini, PVMBG juga memastikan bahwa potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru adalah berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.
Kemudian potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Apabila terjadi hujan dapat terjadi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.
Sebagaimana informasi sebelumnya, arah luncuran awan panas dan guguran mencapai jarak luncur maksimum 4 km ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Selain itu dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.
Dalam status Level II (Waspada), masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 4 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.
Selain itu, masyarakat diminta agar selalu mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Baca juga: Area Longsor Cimanggung Akan Dikosongkan, Dibutuhkan Anggaran Rp 200 Miliar untuk Ganti Rumah Warga
8. Banjir dan Tanah Longsor di Kota Manado Sebabkan 5 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Orang Mengungsi
Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu (16/1) pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter.
Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian, serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan.
Sejumlah kecamatan terdampak peristiwa ini antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.
Baca juga: Daftar Universitas yang Paling Diminati di SNMPTN 2020 Bisa Jadi Pertimbangan Daftar di SNMPTN 2021
Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materil yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga ditengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.