2021 Baru 17 Hari, Ini 8 Bencana Alam Besar yang Terjadi di Awal Tahun, dari Banjir sampai Gempa

Berikut sebagian kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Istimewa
Proses evakuasi korban longsor Cimanggung, Kamis (14/1/2021). 

Warga Kabupaten Majene di Sulawesi Barat panik dan keluar rumah saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis (14/1), pukul 13.35 WIB. Gempa susulan lenih kuat dengan magnitudo 6,2 pun kembali dirasakan warga Majene pada Jumat (15/1) dini hari. 

Gempa kedua ini membuat para warga lebih panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah dan tinggal di luar rumah mengantisipasi gempa susulan. Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar dan labupaten lainnya di Sulawesi Barat. 

Terkait dengan gempa M6,2, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene. Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Area Longsor Cimanggung Akan Dikosongkan, Dibutuhkan Anggaran Rp 200 Miliar untuk Ganti Rumah Warga

BMKG mengatakan bahwa gempabumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene di Sulawesi Barat ini merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 56 orang, dengan rincian 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 9 orang di Kabupaten Majane.

Selain itu, terdapat 637 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, serta Kabupaten Polewali Mandar, terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah kembali terjadi gempabumi dengan kekuatan M5,0 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

Baca juga: Ramalan Bintang Minggu 17 Januari 2021 Zodiak Kesehatan: Aries Mulai Temukan Aktivitas yang Disukai

6. Tujuh Kabupaten/Kota Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan, Ratusan Ribu Orang Terdampak

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sebanyak tujuh kabupaten/kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun pada pada 16 Januari 2021 pukul 10.00 WIB.

Tercatat sebanyak 27.111 rumah terendam banjir dan 112.709 warga mengungsi di Provinsi Kalimantan Selatan akibat hujan dengan intensitas sedang menyebabkan banjir yang terjadi pada Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Daftar Universitas yang Paling Diminati di SNMPTN 2020 Bisa Jadi Pertimbangan Daftar di SNMPTN 2021

Rinciamnya antara lain, di Kabupaten Tapin sebanyak 112 rumah dengan 1.777 jiwa terdampak dan mengungsi, Kabupaten Banjar 14.791 rumah dengan 51.362 jiwa terdampak dan mengungsi, Kota Banjar Baru 296 rumah dengan 622 jiwa terdampak dan mengungsi, serta Kota Tanah Laut 8.249 rumah dengan 27.024 jiwa terdampak dan mengungsi.

Selanjutnya Kabupaten Balangan sebanyak 3.571 rumah dengan 11.816 jiwa terdampak dan mengungsi, Kabupaten Tabalong 92 rumah dengan 180 jiwa terdampak dan mengungsi, serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah 11.200 jiwa mengungsi dan 64.400 jiwa terdampak. Selain itu, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 5 orang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir 14 Januari 2021. BPBD juga melakukan pendataan titik pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Baca juga: 65 Santri Sedang Salat saat Bangunan Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Luka-luka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved