2021 Baru 17 Hari, Ini 8 Bencana Alam Besar yang Terjadi di Awal Tahun, dari Banjir sampai Gempa

Berikut sebagian kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Istimewa
Proses evakuasi korban longsor Cimanggung, Kamis (14/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Januari 2021 baru berjalan setengah bulan.

Namun demikian, berbagai bencana alam dari mulai aktivitas gunung api, tanah longsor, gempa bumi, sampai banjir, telah terjadi di banyak tempat di tengah wabah Covid-19 yang masih berlangsung.

Berikut sebagian kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: 65 Santri Sedang Salat saat Bangunan Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Luka-luka

1. Gunung Api Sinabung Bererupsi Tiga Kali

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah bererupsi selama tiga kali, Senin (4/1/2021).

Adapun erupsi yang pertama terjadi pada pukul 08.54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 11.50 WIB, dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Selanjutnya, erupsi yang ketiga terjadi pada pukul 14.12 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak. 

Gunung Api Sinabung berada pada Status Level III (Siaga). Dalam hal ini, masyarakat dan pengunjung/ wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Api Sinabung.

Baca juga: Daftar Universitas yang Paling Diminati di SNMPTN 2020 Bisa Jadi Pertimbangan Daftar di SNMPTN 2021

2. Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Mengalami Peningkatan

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar pada Senin (4/1) pukul 19.52 WIB. 

Baca juga: 65 Santri Sedang Salat saat Bangunan Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Luka-luka

Sebagaimana diketahui bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan di tingkat Siaga atau Level III sejak 5 November 2020. Peningkatan aktivitas terpantau dari data kegempaan dan deformasi sejak tanggal 22 Desember 2020.

BPPTKG pun kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter. Adapun data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan pada Selasa (5/1) pada pukul 18.00-24.00 WIB.

BPPTKG kemudian melaporkan adanya kejadian guguran awan panas Gunung Merapi pada Kamis (7/1) pukul 08.02 WIB. Awan panas tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dan durasi 154 detik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved