Perjuangan Pusdalops Majalengka Makamkan Pasien Covid-19, Mobil Terperosok hingga Hadapi Cuaca Terik
Tidak jarang para petugas memakamkan jenazah pada dini hari, tetapi tubuh mereka tetap saja basah kuyup oleh keringat karena mengenakan APD lengkaP
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
“Padahal malam, terus paling (memakamkan jenazah hanya butuh waktu) dua jam, tapi tetap aja jibrug (basah kuyup). Bagaimana dengan teman-teman nakes yang harus pakai APD selama 8 jam?” kata Reza.
Meski tugas mereka cukup berat dan beresiko tinggi, para petugas pemakaman jenazah ini tidak berharap mendapat sanjungan dari masyarakat.
Baca juga: Bosan Jadi Korban Banjir Tahunan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Hanya satu yang mereka minta, yaitu masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M dan 1T.
3M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Sedangkan 1T adalah, tak berkerumun.
Prokes ini wajib diterapkan untuk menghindari penularan virus Covid-19.
“Tidak harus menyanjung-nyanjung, tapi tolong tetap disiplin terapkan protokol kesehatan. Itu saja, sudah cukup. Apalagi APD yang tersedia, mungkin sekitar untuk dua bulan lagi. Sementara kasus meninggal, masih terus terjadi,” kata Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pusdalops-majalengka.jpg)