Perjuangan Pusdalops Majalengka Makamkan Pasien Covid-19, Mobil Terperosok hingga Hadapi Cuaca Terik
Tidak jarang para petugas memakamkan jenazah pada dini hari, tetapi tubuh mereka tetap saja basah kuyup oleh keringat karena mengenakan APD lengkaP
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Pasien Covid-19 yang meninggal dunia masih mudah dijumpai di Kabupaten Majalengka., dan yang terbaru, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kabupaten Majalengka membawa empat paket untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) sesuai masing-masing asal pasien tersebut.
Jumlah keseluruhan pada masa pandemi, sudah ada 214 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, masing-masing dari kategori terkonfirmasi, suspek maupun probable.
Dari empat pasien yang dimakamkan hari ini, salah satunya merupakan warga Desa Pakubeureum yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Baca juga: Cerita Petugas Penyuntik Vaksin Covid-19, Senang, Bisa Suntik Artis, Tegang Saat Suntik Ariel Noah
Petugas langsung menuju TPU setempat untuk proses pemakaman.
Terlihat, sejumlah petugas mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap.
Namun, saat hendak menuju tempat pemakaman setempat, mobil ambulance yang membawa jenazah sedikit mengalami musibah.
Mobil tersebut terperosok ke bagian sisi jalan.
Jalan yang sempit disertai banyaknya bebatuan menjadi salah satu faktor mobil ambulance itu terperosok.
Baca juga: VIDEO-Suntik Vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Cimahi Tengah, Simak Alurnya
Selain itu, masih membawa kantong jenazah lainnya membuat ambulance harus ekstra hati-hati mengendarai mobil tersebut.
"Ya, sempat mengalami kendala saat proses pemakaman, terperosok di jalan menuju kuburan di Kertajati," ujar Kasie Kedaruratan BPBD Majalengka, Reza Permana, Kamis (14/1/2021).
Kondisi semakin heroik, ketika seluruh petugas berpakaian APD turun langsung untuk mendorong ambulance yang terperosok tersebut.
Di tengah cuaca terik dengan berpakaian APD lengkap, menjadi tantangan lain para petugas.
Mereka berjibaku dengan rasa tanggungjawab untuk mengantarkan jenazah Covid-19 ke tempat istirahat terakhirnya'
Baca juga: Risa Sarawati Divaksin Covid-19, Padahal Punya Bayi, Jadi Pertanyaan Netizen, Ini Kata Risa
Beruntung, setelah satu jam berlalu, para petugas berhasil menyelamatkan ambulance dari peristiwa tersebut.
"Alhamdulilah, kita akhirnya bisa menyelematkan mobil tersebut dengan alat seadanya dan dibantu oleh warga sekitar," ucapnya.
Reza menyampaikan, pihaknya salut kepada para petugas yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya.
Meski, sesekali pernah meluapkan rasa lelahnya, menjadi petugas Pusdalops merupakan tugas yang mulia.
"Kami juga manusia biasa, yang pernah ngeluh, kesal. Tapi jika dijalankan dengan ikhlas dan rasa tanggung jawab, insyaAllah bisa teratasi semua," kata Reza.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Babakan Sari, Sakit Tidak? tanya Petugas, Enak. Terima kasih, Teh
Lebih jauh Reza menceritakan, selain tenaga medis yang merawat pasien positif terpapar Covid-19, garda terdepan dalam melawan pandemi juga adalah para petugas pemakaman jenazah.
Mereka bertaruh nyawa dan beresiko tinggi terpapar saaTt memulasarkan jenazah pasien Covid-19.
Apalagi, akhir-akhir ini, semakin sibuk setelah kasus pasien meninggal akibat Covid-19 terus terjadi di daerah dengan sebutan kota angin ini.
Staf BPBD Majalengka turun tangan menangani jenazah pasien positif Covid-19 karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjuk badan ini mengemban tugas menangani pemakaman jenazah terpapar Covid-19.
Atas dasar aturan itu, suka tidak suka dan mau tida mau, mereka harus terjun memakamkan jenazah pasien terpapar virus Corona meski harus menghadapi risiko tertular.
Baca juga: Kata Risa Saraswati & Ariel Noah Setelah Vaksin Covid-19, Risa: Kecil Banget, Ariel Tak Rasakan Efek
Jika imunitas rendah dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid, tak menutup kemungkinan para petugas pemulasaran jenazah itu pun bisa kehilangan nyawa.
“Setiap kali tugas, ada lima orang yang harus dimakamkan. Ya rata-rata segitulah. Kami hanya bertugas proses pemakaman. Yang membuat galian makam, warga setempat,” ungkap dia.
Tantangan lain yang dihadapi oleh petugas pemakaman jenazah Covid-19, yakni berpakaian APD lengkap.
Dari peristiwa siang tadi, tampak para petugas terlihat kelelahan karena harus ikut membantu menyelematkan ambulance yang terperosok dengan pakaian serba tertutup.
Baca juga: Jalani Vaksinasi Covid-19 Ini Persiapan Wagub Jabar, Kapolda Bersemangat, Ketua Viking Ikut Divaksin
Masyarakat awam tentu ingin tahu apa rasanya mengenakan baju APD yang menutupi tubuh dari ujung kaki hingga kepala.
Cerita petugas pemakaman jenazah dari BPBD Kabupaten Majalengka ini mungkin bisa menggambarkan.
Kendati tidak jarang para petugas itu memakamkan jenazah pada dini hari, tetapi tubuh mereka tetap saja basah kuyup oleh keringat karena mengenakan APD lengkap.
“Padahal malam, terus paling (memakamkan jenazah hanya butuh waktu) dua jam, tapi tetap aja jibrug (basah kuyup). Bagaimana dengan teman-teman nakes yang harus pakai APD selama 8 jam?” kata Reza.
Meski tugas mereka cukup berat dan beresiko tinggi, para petugas pemakaman jenazah ini tidak berharap mendapat sanjungan dari masyarakat.
Baca juga: Bosan Jadi Korban Banjir Tahunan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Hanya satu yang mereka minta, yaitu masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M dan 1T.
3M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Sedangkan 1T adalah, tak berkerumun.
Prokes ini wajib diterapkan untuk menghindari penularan virus Covid-19.
“Tidak harus menyanjung-nyanjung, tapi tolong tetap disiplin terapkan protokol kesehatan. Itu saja, sudah cukup. Apalagi APD yang tersedia, mungkin sekitar untuk dua bulan lagi. Sementara kasus meninggal, masih terus terjadi,” kata Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pusdalops-majalengka.jpg)