Bosan Jadi Korban Banjir Tahunan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Warga korban banjir Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku sudah bosan dilanda banjir tiap tahun.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Warga korban banjir Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku sudah bosan dilanda banjir tiap tahun.
Warga menuturkan setidaknya dalam satu tahun bisa terjadi tiga kali bencana banjir akibat meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang.
Baca juga: VIDEO Diguyur Hujan, Sungai Citanduy Meluap, Puluhan Rumah di Pangandaran Terendam Banjir
Baca juga: Terpuruk Cuaca Buruk, Ditambah Rencana BBM Naik, Nelayan Datangi DPRD Kabupaten Sukabumi
Warga mengharapkan pemerintah turun tangan mengatasi banjir rutin tahunan ini.
"Iya, ada sampai tiga kali datang banjir merendam kampung kami," kata Hana Septiana (28), ibu muda warga Kampung Hegarsari, Kamis (14/1).
Baca juga: Kakek Ini Rela Berendam Air Laut dan Dihantui Terjangan Banjir Rob, Cari Tiram Demi Makan Keluarga
Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING TV One Pemakaman Syekh Ali Jaber, Jemaah Khusuk Shalat Jenazah
Menurut Hana, kaum ibu bisa disebut paling direpotkan jika banjir datang.
Tidak hanya membersihkan lantai rumah tapi juga perabotan rumah tangga.
"Pokoknya kalau banjir datang, kami cukup dibuat repot," ujar ibu muda berparas cantik beranak dua ini, sambil bersih-bersih di halaman rumahnya.
Baca juga: Jumlah Rumah Terendam Banjir Sukaresik Kabupaten Tasik Terus Bertambah Kamis Siang Ini
Baca juga: Alhamdulillah, Sempat Kena Tumor, Puja Abdillah Sudah Sembuh dan Bisa Merumput, Minta Doa Bobotoh
Kepala Desa Tanjungsari, Amas, membenarkan musibah banjir setidaknya tiga kali dalam setahun.
"Ini memang banjir rutin tahunan akibat daerah kami secara geografis dikepung Sungai Citanduy dan Cikidang," kata Amas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-tasikmalaya_20181106_170013.jpg)