Perjuangan Pusdalops Majalengka Makamkan Pasien Covid-19, Mobil Terperosok hingga Hadapi Cuaca Terik
Tidak jarang para petugas memakamkan jenazah pada dini hari, tetapi tubuh mereka tetap saja basah kuyup oleh keringat karena mengenakan APD lengkaP
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
Reza menyampaikan, pihaknya salut kepada para petugas yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya.
Meski, sesekali pernah meluapkan rasa lelahnya, menjadi petugas Pusdalops merupakan tugas yang mulia.
"Kami juga manusia biasa, yang pernah ngeluh, kesal. Tapi jika dijalankan dengan ikhlas dan rasa tanggung jawab, insyaAllah bisa teratasi semua," kata Reza.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Babakan Sari, Sakit Tidak? tanya Petugas, Enak. Terima kasih, Teh
Lebih jauh Reza menceritakan, selain tenaga medis yang merawat pasien positif terpapar Covid-19, garda terdepan dalam melawan pandemi juga adalah para petugas pemakaman jenazah.
Mereka bertaruh nyawa dan beresiko tinggi terpapar saaTt memulasarkan jenazah pasien Covid-19.
Apalagi, akhir-akhir ini, semakin sibuk setelah kasus pasien meninggal akibat Covid-19 terus terjadi di daerah dengan sebutan kota angin ini.
Staf BPBD Majalengka turun tangan menangani jenazah pasien positif Covid-19 karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjuk badan ini mengemban tugas menangani pemakaman jenazah terpapar Covid-19.
Atas dasar aturan itu, suka tidak suka dan mau tida mau, mereka harus terjun memakamkan jenazah pasien terpapar virus Corona meski harus menghadapi risiko tertular.
Baca juga: Kata Risa Saraswati & Ariel Noah Setelah Vaksin Covid-19, Risa: Kecil Banget, Ariel Tak Rasakan Efek
Jika imunitas rendah dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid, tak menutup kemungkinan para petugas pemulasaran jenazah itu pun bisa kehilangan nyawa.
“Setiap kali tugas, ada lima orang yang harus dimakamkan. Ya rata-rata segitulah. Kami hanya bertugas proses pemakaman. Yang membuat galian makam, warga setempat,” ungkap dia.
Tantangan lain yang dihadapi oleh petugas pemakaman jenazah Covid-19, yakni berpakaian APD lengkap.
Dari peristiwa siang tadi, tampak para petugas terlihat kelelahan karena harus ikut membantu menyelematkan ambulance yang terperosok dengan pakaian serba tertutup.
Baca juga: Jalani Vaksinasi Covid-19 Ini Persiapan Wagub Jabar, Kapolda Bersemangat, Ketua Viking Ikut Divaksin
Masyarakat awam tentu ingin tahu apa rasanya mengenakan baju APD yang menutupi tubuh dari ujung kaki hingga kepala.
Cerita petugas pemakaman jenazah dari BPBD Kabupaten Majalengka ini mungkin bisa menggambarkan.
Kendati tidak jarang para petugas itu memakamkan jenazah pada dini hari, tetapi tubuh mereka tetap saja basah kuyup oleh keringat karena mengenakan APD lengkap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pusdalops-majalengka.jpg)